
PLN : Tidak ada Pemadaman Listrik Jelang Ramadhan

Makassar (ANTARA News) - PT PLN Sulawesi Selatan Sulawesi, Barat, Sulawesi Tenggara berharap pemadaman listrik tidak akan terjadi memasuki bulan suci ramadhan pada Agustus mendatang.
Deputy General Manager PT PLN Sultanbatara M. Yamin Loleh mengatakan, meskipun beberapa pembangkit PLN mengalami perawatan berkala termasuk PLTA Bakaru dijamin tidak akan mempengaruhi kondisi kelistrikan Sulsel secara umum.
"Kondisi kelistrikan pelanggan umum dan rumah tangga tetap aman hingga bulan bulan puasa nanti. Karena PLN masih memiliki ketersediaan cadangan listrik, jika terjadi gangguan," ungkap dia.
PLTA Bakaru dengan kapasitas 2x60 mega watt (MW) yang merupakan pembangkit utama sistem kelistrikan Sulsel dan Sulbar diakui tengah memasuki masa perawatan berkala, namun dia menjamin hal itu belum sampai mempengaruhi kondisi kelistrikan Sulsel.
Meskipun, ungkap dia, keluarnya PLTA Bakarau dari sistem telah menyebabkan kondisi kelistrikan Sulsel saat ini pas-pasan, karena kondisi kelistrikan Sulsel sebelumnya mengalami kelebihan daya sebesar 90 MW.
"Saat ini kondisinya masih terjaga, sebab kita masih memiliki cadangan sekitar 3 MW," ucapnya
Daya mampu sistem kelistrikan di wilayah Sulsel pada 15 Juli 2010 berada di posisi 529 MW, sedangkan beban puncak hanya berkisar antara 522 MW-526 MW.
Sejauh ini, pihak PLN telah meminta sejumlah industri di Sulsel untuk keluar dari sistem kelistrikan Sulsel di saat WBP (waktu beban puncak) terjadi yakni antara pukul 18.00 - 22.00 Wita.
Dia menjamin, kondisi itu diperkirakan akan terus stabil, jika pelaku industri utamanya perhotelan dan sektor lainnya tetap menjaga komitmen untuk menggunakan genset saat waktu beban puncak.
"Kalaupun nantinya terjadi lonjakan daya pada saat waktu beban puncak hingga 10 MW, PLN masih dapat mengoptimalkan pembangkit listrik sewa yang masih dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat," jelasnya. (T.KR-HK/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
