Logo Header Antaranews Makassar

Inco Salah Satu Perusahaan Terbaik di Dunia

Kamis, 15 Januari 2009 17:27 WIB
Image Print

Sorowako, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Perusahaan tambang nikel, PT International Nickel Indonesia (PT Inco Tbk), selama tahun 2008 adalah salah satu perusahaan terbaik di dunia dalam hal keselamatan kerja.
Selama tahun 2008 tidak ada kecelakaan berat yang terjadi di PT Inco. Ini menjadi salah satu tempat bekerja yang paling aman di Indonesia, kata Senior Vice President yang sekaligus Chief Operating Officer PT Inco, Ciho D. Bangun, di Sorowako, Kamis.

Hal itu dikemukakan di depan Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Djoko Susilo Utomo yang didampingi Aster Kol Inf Wayan Munanta, Aslog Kol Inf Gadang Pambudi, Aspern Kol Kav Suryaman, dan Dandimtabes Makassar, Letkol Inf Marga Taufik.

Pangdam melakukan kunjungan kerja dua hari di Kabupaten Luwu Timur dan PT Inco, sekaligus melakukan silaturahmi. Khusus di PT Inco, merupakan kunjungan yang pertama.

Ciho memaparkan, penghargaan lainnya adalah sebagai perusahaan terbaik di antara 55 perusahaan tambang di Indonesia dalam hal reklamasi lahan pasca tambang dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral pada tahun 2008.

Prestasi lainnya adalah telah disetujuinya AMDAL PT Inco untuk peningkatan kapasitas produksi dari sekitar 160 juta pond menjadi 200 juta pond per tahun, ujarnya.

Ciho juga menguraikan, selama paruh kedua tahun 2008, akibat dampak krisis keuangan global, PT Inco telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya, antara lain dengan meningkatkan efisiensi di semua lini operasi.

Ini dilakukan untuk mempertahankan perusahaan agar tidak menuju ke keadaan yang lebih buruk.

Namun, meskipun sedang diterpa krisis keuangan dunia, dengan anjloknya harga nikel, PT Inco, lanjutnya, tetap berupaya menggelar program community development sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Salah satunya adalah program bea siswa untuk siswa SD hingga perguruan tinggi bagi warga lokal yang berprestasi tetapi kurang mampu dari segi finansial.

Wabup Lutim, Saldy Mansur menjelaskan, Hampir 70 persen Pendapatan Asli Daerah Lutim berasal dari PT Inco. Maka kalau terjadi sesuatu pada PT Inco, dampaknya akan terasa ke seluruh Lutim.

Sekarang sedang dibahas APBD Lutim yang hampir mencapai Rp1 triliun. Lutim sudah alokasikan Rp60 miliar untuk pendidikan gratis hingga SMA, termasuk juga bila perlu akan dianggarkan di APBD, apabila ada warga Lutim yang tidak bisa makan akibat krisis ini, ujarnya.

Usai pertemuan, Pangdam VII Wirabuana menanam pohon Eboni di lahan kontrak karya PT Inco dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Nursery PT Inco, yang merupakan pusat pembibitan untuk lahan pasca tambang perusahaan nikel ini.

Pada hari kedua kunjungan (16/1), Pangdam akan meninjau aktivitas tambang dan pabrik PT Inco, termasuk upaya penghijauan di lahan pasca tambang yang telah dilakukan perusahaan tambang nikel ini. (T.F003/Z002)