
DPRD Nilai Silpa Sulsel 2009 Tinggi

Makassar (ANTARA News) - DPRD menilai sisa lebih penghitungan anggaran APBD Sulsel 2009 sebesar Rp333 miliar terlalu tinggi.
"Semakin banyak Silpa semakin tidak bagus, ini terjadi karena Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terlambat dalam merealisasikan program," kata Ketua DPRD Sulsel Moh Roem di Makassar, Kamis.
Menurut dia, besarnya Silpa yang disampaikan Gubernur Sulsel pada laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) dalam sidang paripurna DPRD, juga disebabkan tidak adanya perhitungan secara baik dalam merancang program kerja.
"Bisa saja programnya yang terlalu banyak, ataukah program terlambat dimulai. Hal tersebut akan dievaluasi ulang SKPD mana yang paling banyak silpanya," ujar Roem.
Mantan anggota DPR RI dan Bupati Sinjai dua periode ini, mengemukakan demi mempercepat pelaksanaan program, maka APBD sudah harus dibahas September dan sudah ditetapkan pada akhir tahun anggaran.
Sementara Ketua Komisi C Bukhari Kahar Muzakkar, mengatakan, Silpa Sulsel baru kali ini menembus diatas angka Rp300 miliar dibanding Silpa APBD 2008 sebesar Rp214 miliar, yang mencerminkan bahwa program tidak tercapai.
"Silpa sangat besar, terbesar selama ini. Bisa jadi disebabkan karena tahun pengawasan mulai dicanangkan pemerintah 2009 sehingga terjadi kehati-hatian dalam mengelola anggaran," ujarnya.
Pendapat serupa dikemukakan, Wakil Ketua Komisi D Amir Uskara yang mengatakan akan mengkaji lebih dalam Silpa yang tergolong besar.
"Kita akan kaji di SKPD mana yang sisa anggarannya paling besar. Jika Silpa besar karena penghematan kita cukup senang, tetapi kalau kinerja yang jelek maka itu tidak bagus," tegasnya.
Sehari sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam pengantar LKPJ didepan anggota DPRD mengemukakan pengelolaan APBD Sulsel 2009 naik tiga kelas setelah mendapat opini wajar hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan.
Syahrul yang juga mantan Bupati Gowa menyebutkan realisasi penggunaan anggaran Sulsel 2009 mencapai Rp2,17 triliun atau 96 persen dari total APBD Rp2,25 triliun.
Demikian juga dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp1,28 triliun dari Rp1,33 triliun yang ditargetkan. Pajak kendaraan bermotor Sulsel pemberi kontribusi PAD terbesar yakni Rp700 miliar lebih. (T.pso-099/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
