
Pusat kawasan perekonomian Somba Opu Makassar sepi pengunjung

Makassar (ANTARA) - Pusat kawasan perekonomian di Kota Makassar yakni Jalan Somba Opu yang juga dikenal sebagai kawasan pecinan, sudah sepi pengunjung karena kurangnya warga ke luar rumah dan memilih melakukan pembatasan sosial (social distancing) sesuai imbauan pemerintah.
"Sudah lebih sepekan ini, kami kurang pembeli. Kalau pun ada yang datang membeli, hanya bisa dihitung jari," kata Pengelola Toko Jun, Nancy di kawasan Somba Opu, Makassar, Kamis.
Menurut pedagang minyak gosok dan aneka cemilan khas Makassar ini, dampak dari kurangnya pembeli terpaksa hanya mempekerjakan satu orang karyawan saja, sedang dua orang lainnya terpaksa di rumahkan.
Alasannya, jika pembeli kurang otomatis akan mempengaruhi pendapatan dan anggaran untuk membayarkan gaji karyawan toko. Hal serupa juga diakui pedagang lainnya, Ronny yang menjual alat-alat olahraga di kawasan Somba Opu.
Menurut dia, dalam kondisi normal penjualan alat-alat olahraga rata-rata terjual 10 unit hingga 20 unit per hari. Namun kali ini, sudah hampir sepekan baru terjual 5 unit alat olahraga untuk dalam ruangan.
Sementara itu, kawasan Somba Opu yang didominasi toko perhiasan emas, sebagian besar tutup. Kalau pun ada toko emas yang buka itu tidak lebih dari 10 toko.
Menurut salah satu pemilik toko emas, Hans, masih tetap buka toko meskipun hanya setengah hari saja, karena masih ada pengujung yang datang untuk membeli ataupun menjual, karena harga emas berfluktuasi diatas Rp800 ribu per gram, bahkan hampir menembus Rp900 per gram medio Maret 2020.
"Kalau kami tidak buka toko, tidak ada pemasukan sama sekali. Bagaimana membayar gaji karyawan toko dan asisten rumah tangga kami," katanya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
