
Ramadhan, Permintaan Pisang Meningkat

Mamuju (ANTARA News) - Permintaan buah pisang di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat meningkat tajam selama pelaksanaan Ramadhan 1431 Hijriyah di wilayah itu Hal ini dikatakan Gubernur Sulbar, H. Anwar Adnan Saleh, saat menggelar rapat kerja tingkat Provinsi Sulbar yang dilaksanakan di aula Gubernur di Mamuju, Kamis.
Menurutnya, tingkat permintaan pisang di Mamuju bulan Ramadhan tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan, sehingga mendorong peningkatan kesejahteraan para petani yang ada di Mamuju ini.
"Selain permintaan dari pedagang lokal di Mamuju, sebagian besar permintaan komoditi pisang itu datang dari Provinsi Kalimantan Timur," ungkapnya.
Ia menuturkan, peningkatan pesanan dari Kalimantan Timur itu bukan hanya terjadi di bulan Ramadhan, namun hampir setiap hari aktivitas di pelabuhan Feri Mamuju para pedagang pisang mengangkut komoditi itu ke Kaltim.
"Pangsa pasar pisang ke Kaltim semakin membaik, seiring dengan tingkat permintaan dari hari ke hari semakin tinggi. Ini berarti, komoditi pisang di Mamuju mampu memasok daerah-daerah lain," katanya.
Oleh karena itu, lanjut Gubernur, pemerintah akan memberikan perhatian kepada petani untuk tetap mengembangkan komoditi pisang karena pangsa pasarnya cukup jelas.
"Komoditi pisang juga dapat memberikan peningkatan kesejahteraan para petani, sehingga perlu dilakukan budidaya pisang," ungkap Gubernur.
Gubernur mengemukakan, dalam rangka pengembangan budidaya pisang di Mamuju, maka diharapkan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulbar untuk segera memasukkan dalam program kerja di tahun anggaran 2011 yang akan datang.
"Saya minta agar Distanak memprogramkan budidaya tanam pisang pada tahun 2011 dengan membuka lahan baru untuk pengembangan komoditi pisang di daerah ini," pintanya.
Ia menambahkan, para petani pisang selama ini mampu mendapatkan keuntungan cukup besar, apalagi saat pelaksanaan Ramadhan. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
