
RSUD Andi Makkasau Miliki 20 Dokter Spesialis

Parepare, Sulsel (ANTARA News) - Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau Kota Parepare, Sulawesi Selatan, kini memiliki 20 orang dokter spesialis, menyusul peningkatan status rumah sakit ini dari tipe C ke tipe B.
Direktur RSU Andi Makassau, dr. Andi Besse Dewagong, M.Kes, Minggu, mengatakan, salah satu syarat sebuah RSUD tipe B adalah memiliki jumlah tenaga dokter spesialis minimal 12 orang dengan 12 keahlian yang berbeda. Untuk RSU Andi Makassau, hal ini telah dipenuhi, bahkan lebih dari cukup.
"Kita memiliki 20 orang dokter spesialis untuk memenuhi persyaratan peningkatan status RSUD Andi Makkasau dari type C ke type B," katanya.
Dari 20 dokter spesialis tersebut, yang terbanyak adalah spesialis penyakit dalam dan spesialis kandungan, yakni masing-masing tiga orang. Kemudian dokter spesialis bedah dua orang.
Spesialis anak dan spesialis THT, juga masing-masing dua orang. Sementara spesialis bedah tulang, syaraf, mata, jiwa, radiologi, anastesi, serta patologi klinik, masing-masing satu orang.
Andi Besse mengatakan, saat ini pihaknya juga memikili tenaga dokter spesialis jantung dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
"Kami memiliki perjanjian persepahaman dengan Fakultas Kedokteran Unhas untuk membantu menyediakan tenaga dokter spesialis jantung. Alhamdulillah, ini telah berjalan dengan baik," katanya.
Penegasan Andi Besse ini dilakukan dalam rangka menampik pernyataan Anggota DPRD Parepare, H. Rahman Saleh di media massa yang menyatakan RSU Andi Makkasau kekurangan tenaga dokter spesialis.
Menurut Andi Besse, selaku rumah sakit rujukan 12 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, jumlah dokter di RSU Andi Makkasau telah lebih dari cukup. Andi Besse menyayangkan pernyataan Rahman Saleh yang menyatakan RSU kekurangan tenaga dokter spesialis.
"Mungkin yang dimaksud adalah dokter sub-spesialis yang merupakan syarat utama yang harus dipenuhi oleh Rumah sakit Tipe B Pendidikan dan Rumah Sakit Tipe A. Sementara RSUD Andi Makkasau adalah rumah sakit tipe B Non Pendidikan," katanya.
Adanya keluhan berbagai kalangan yang biasanya terlambat memperoleh pelayanan dari dokter spesialis, Andi Besse juga berjanji akan berkonsultasi dengan komite medik dan komite etik yang ada agar senantiasa membantu manajemen RSU secara keseluruhan yang memang merupakan salah satu dari bagian tugasnya. Mungkin ini juga yang sering dianggap orang bahwa dokter spesialis masih dianggap kurang.
Terkait dengan penempatan lokasi UGD yang memang dirasakan tidak memadai, Andi Bessi menjelaskan bahwa hal itu hanya sementara karena kondisi RSU saat ini sementara dalam renovasi dan renovasi ini juga merupakan bagian dari upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. (T.PSO-098/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
