
Kendaraan Plat DC Sulbar Capai 77.324 Unit

Mamuju (ANTARA News) - Jumlah kendaraan yang berplat DC atau yang menggunakan kode wilayah Sulawesi Barat, hingga saat ini telah mencapai 77.324 unit, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kepala Seksi Pembukuan dan Pelaporan Dinas Pendapatan Daerah Sulbar, Syarifuddin, SE, di Mamuju, Jumat, mengatakan, dari tahun ke tahun tingkat pertumbuhan kendaraan di Sulbar dalam lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan yang signifikan, bahkan pertumbuhannya saat ini mencapai 60 persen.
"Pada tahun 2005, jumlah kendaraan roda dua dan empat yang menggunakan plat DC ini berjumlah 36.430 unit kembali meningkat di tahun 2006 dengan jumlah kendaraan sebanyak 42.430 unit," jelasnya.
Sedangkan jumlah kendaraan roda dua dan empat pada tahun 2007 mencapai 55.656 unit. Kondisi tersebut kembali meningkat pada tahun 2008 dengan jumlah kendaraan sebanyak 69.180 unit.
"Jumlah kendaraan di Sulbar tahun 2009 ini 77.324 unit, masih didominasi kendaraan roda dua dengan jumlah sekitar 71.891 unit, sedangkan jumlah kendaraan roda empat hanya berjumlah sekitar 5.433 unit," ungkapnya.
Ia mengemukakan, dari lima kabupaten di Sulbar, kepadatan jumlah kendaraan roda dua maupun roda empat terdapat di Kabupaten Polewali Mandar dengan jumlah sekitar 30.332 unit dan terkecil terdapat di Kabupaten Mamasa yang hanya berjumlah 3.890 unit.
"Pertumbuhan kendaraan roda dua maupun roda empat yang ada di Sulbar ini seiring dengan perkembangan kota sebagai ibukota provinsi," jelasnya.
Dia mengatakan, jumlah kendaraan yang terhimpun ini belum masuk dengan kendaraan yang memiliki plat DD, DN, KT, B maupun kode wilayah lainnya.
Sehingga kata dia, kendaraan yang tidak memiliki plat DC itu diharapkan bisa merubah platnya untuk menambah sektor pendapatan daerah.
"Kendaraan yang beroperasi ini telah memberikan sumbangan untuk menambah sektor pendapatan daerah. Pendapatan dari pajak kendaraan masih primadona yang memberikan tambahan PAD," ucapnya. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
