
JK "Reuni" Bersama Pengurus PSUM

Makassar (ANTARA News) - Mantan Presiden Muhammad Jusuf Kalla berbuka puasa sekaligus berkumpul kembali (reuni) dengan para pengurus Program Sehat Ulama Muballigh.
"Sebenarnya, sejak dibentuk 22 tahun lalu, pertemuan seperti ini dilakukan setiap tahun pada bulan Ramadhan," ungkap Jusuf Kalla yang juga merupakan Ketua Umum PSUM, di Makassar, Selasa.
Ia mengatakan, pertemuan ini untuk pertama kalinya digelar setelah tidak dilakukan selama enam tahun terakhir, mengingat saat itu dirinya masih menjabat sebagai Wakil Presiden.
Jusuf Kalla merupakan penggagas terbentuknya program tersebut pada tahun 1987.
"Awalnya, program ini dibentuk secara sederhana, dan sebenarnya pengurus dibentuk secara sederhana saja. Akan tetapi, ternyata kepengurusan tersebut bisa berjalan sendiri," katanya.
Menurutnya, buka puasa ini sekaligus merupakan pertemuan non formal untuk membahas kegiatan PSUM selanjutnya.
"Program ini ditujukan untuk menunjang kesejahteraan para Ulama Muballigh, khususnya dalam bidang kesehatan," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Jusuf Kalla juga melihat perkembangan program yang dijalankan oleh ketua harian selama lima tahun terakhir, baik jumlah peserta, rekapitulasi biaya perawatan, serta jumlah dokter yang ikut mendukung program ini.
Dari laporan tersebut, tercatat sebanyak 274 Ulama-Muballigh bersama istrinya yang menjadi peserta program ini.
Sedangkan jumlah dokter yang ikut mendukung PSUM adalah sebanyak 40 dokter, termasuk dokter spesialis.
Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla didampingi oleh Ketua MUI Sulsel, AGH Sanusi Baco, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Idrus A Paturusi dan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin. (T.pso-103/S025)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
