
Lakalantas Lebaran di Majene Turun

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Angka kecelakaaan Lalu Lintas (Lakalatantas) yang terjadi sejak mudik hingga arus balik Lebaran 1431 Hijriah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengalami penurunan jika dibandingkan angka lakalantas tahun sebelumnya.
Kepala Satlantas Polres Majene, AKP Sujadi, PA, S.Sos, SH, di Majene, Senin, mengatakan, sejak digelar operasi ketupat yang dimulai H-7 lebaran hingga saat ini, kasus lakalantas yang terjadi terbilang minim bila dibandingkan kasus yang terjadi tahun lalu.
"Kasus lakalantas yang terjadi sejak operasi ketupat, kami menemukan satu kasus kecelakaan ringan, sedangkan pada tahun lalu jumlah kasus lakalantas tercatat dua orang tewas dan dua luka ringan," katanya.
Ia mengemukakan, turunnya kasus lakalantas ini dimungkinkan karena pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat lebih mengedepankan kehati-hatian saat menngemudi kendaraan.
"Alhamdulillah, perjalan mudik hingga arus balik pada tahun ini berjalan lancar, aman dan kondusif. Ini semua terjadi berkat dukungan semua pihak dalam meningkatkan kewaspadaan selama melakukan perjalanan mudik maupun arus balik," tutur dia.
Dia mengatakan, meski jalur trans Sulawesi dalam tahap pekerjaan akibat adanya pelebaran jalan, ternyata tidak memicu terjadinya kasus lakalantas.
"Bisa jadi, karena faktor perbaikan jalan sepanjang jalur trans Sulawesi ini membuat pengendara meningkatkan kehati-hatian sehingga kasus lakalantas ini berkurang," jelasnya.
Sujadi mengemukakan, untuk mengamankan arus mudik dan arus balik, pihaknya menurunkan 34 personil petugas Satlantas.
"Personil ini bertugas pada lima titik posko yang telah disiapkan untuk mengatur jalannya arus mudik maupun arus balik hari raya Idul Fitri 1431 hijriah," ucapnya.
Mimimnya angka kasus lakalantas yang terjadi di Majene tersebut tampaknya berbeda dengan kondisi jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD setempat yang mencapai hingga tujuh orang.
Hamzah, orang tua korba mengakui, jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD mencapai tujuh orang termasuk putranya.
"Jumlah pasien akibat lakalantas tidak berjumlah satu orang melainkan sebanyak tujuh orang yang terjadi pada malam takbiran," ungkapnya. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
