
Yahukimo Yakin Lolos Penyisihan Grup Divisi I

Makassar (ANTARA News) - Tim Yahukimo FC Papua yakin lolos dari babak penyisihan kompetisi liga amatir Divisi I PSSI Grup 11 yang digelar di Stadion Andi Bintang, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mulai 26 September 2010.
Pelatih Yahukimo Rivai Arsyad di Makassar, Selasa, menyatakan, yakin tim asuhannya mampu merebut satu dari dua tiket yang diperebutkian di Grup 11, meski harus berjuang keras menghadapi tiga tim terbaik dari Zona Sulawesi, Maluku dan Kalimantan.
"Untuk merebut posisi pertama grup ini memang tidak mudah, terutama menghadapi tuan rumah Perssin Sinjai yang juga memiliki peluang besar meraih satu tempat di babak berikutnya," ujar Rivai.
Empat tim yang berabung di Grup 11 adalah Yahukimo Papua, Persikota Tikep (Tidore Kepualauan Maluku Utara), Persipar Palangkaraya, Kalteng dan uan rumah Perssin Sinjai, Sulawesi Selatan.
Dua dari empat tim yang berada di penyisihan Grup 11 akan melangkah ke babak berikutnya bersama wakil dari 10 grup yang dimainkan secara bersamaan di sejumlah kota.
Rivai mengaku, bahwa tuan rumah Perssin termasuk tim yang cukup solid. Tim ini, nyaris lolos ke divisi utama tahun lalu, namun akhirnnya kandas karena kalaj selisih gol dengan tim pesaingnya.
Tim Yahukimo FC telah melakukan serangkaian petandingan ujicoba di Makassar antara lain dengan Tim Liga Super PSM Makassar dan beberapa klub setempat.
Menurut Rivai, meski tim asuhannya menyerah 1-4 atas PSM, namun partai uji coba tersebut cukup bermanfaat bagi tim karena bisa menimba pengalaman dari tim Liga Super Indonesia.
Uji coba dengan PSM jadi modal menghadapi pertandingan di Sinjai, sebab dengan melakukan laga tanding sebelum tampil dipertandingan resmi adalah modal yang cukup baik untuk mengetahui kelemahan dalam tim, ujar Rivai.
Tim Yahukimo Papua memilih "home base" di Makassar sejak dua bulan lalu menghadapi kompetisi Liga Amatir PSSI divisi I dengan tempat latihan di lapangan Angkasa TNI AU Daya Makassar. (T.S016/F002)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
