Logo Header Antaranews Makassar

Bupati : Cegah Aksi Pekerja Anak

Rabu, 29 September 2010 04:50 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah meminta kepada semua pihak untuk mencegah aksi pekerja anak yang masih berusia sekolah.

"Kita berdosa bila ada anak tidak sekolah, terlebih tantangan ke depan yang semakin berat," katanya saat menerima delegasi Organisasi Buruh Internasional (ILO) di Bantaeng, Selasa.

Delegasi tersebut didampingi LSM Lembara untuk program kerjasama wilayah selatan Sulsel meliputi Kabupaten Takalar, Bantaeng dan Bulukumba serta Komite Aksi di Bantaeng.

Pertemuan dengan lembaga di bawah naungan PBB tersebut dihadiri Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Kepala Bappeda H Zainuddin Tahir, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Hj A Sinasari, Kadis Kesehatan dr Hj Takudaeng, MKes dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Bupati mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya pekerja anak usia sekolah diperlukan kepekaan, terutama dari pihak Lurah dan Kepala Desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Untuk memberikan rangsangan kepada masyarakat, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng ikut terlibat, terutama terhadap pendidikan usia dini (PAUD) anak-anak agar mau bersekolah.

Untuk merangsang anak usia dini, PKK juga mengupayakan infrastrukturnya, terutama dalam bentuk alat peraga. Pemda sendiri member dukungan dan fokus terhadap kepekaan dan kepedulian terhadap sistem pemantauan pekerja anak.

Perhatian tersebut sangat penting sebab masa depan kita ditentukan oleh generasi sekarang. "Bila kita membangun sekarang, Insya Allah 25 tahun ke depan sudah bisa dirasakan," terang bupati yang mengaku melakukan pembenahan pendidikan bersama Dewan Pendidikan Daerah serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) di daerah ini.

"Kami terus menggenjot Dikpora. Dan, hasilnya sudah banyak anak-anak Bantaeng yang tembus ke perguruan tinggi favorit di Indonesia, baik yang bebas tes maupun yang ikut seleksi seperti UI, UGM, Unhas dan perguruan tinggi bergengsi lainnya di Indonesia," tambah Nurdin.

Menurut Bupati Bantaeng, mulai tahun ini, bila ada anak-anak yang berprestasi dan tembus ke Fakultas Kdokteran, Pemda siap membantu. Dukungan tersebut dimaksudkan mengantisipasi pertumbuhan yang cukup cepat.

Salah satunya dengan mempersiapkan tenaga untuk pembangunan rumah sakit berskala international agar daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini memiliki keunggulan. Karenanya, sejak dini, anak-anak harus bisa diperhatikan gizinya, tandasnya lagi.

Sebelumnya, Tim Koordinator ILO Wilayah Bagian Selatan Sulsel Faizal Amir melaporkan keberadaan lembaga ini di Bantaeng yang sudah dua tahun. Dalam melakukan aksi yang merupakan program terpadu pengurangan pekerja anak usia sekolah, ILO menunjuk LSM Lembara sebagai pelaksana teknis.

Dalam kurun waktu tersebut sudah 90 anak yang behasil dimediasi dalam bentuk pendidikan alternatif dan dirujuk ke bangku sekolah. Lembaga ini juga melakukan life skill pada sembilan sekolah tingkat SMP yang diwujudkan dalam bentuk pelatihan terhadap guru.

Ke depan, ucap Faizal Amir, pihaknya berkonsentrasi pada sistem pemantauan pekerja anak yang dilakukan percontohan pada enam kabupaten/kota se Indonesia termasuk Kabupaten Bantaeng.

Ketua Komite Aksi Ahmad Karim mengungkap beberapa temuannya beberapa waktu lalu antara lain adanya pekerja anak pada setiap 10 orang pekerja di bidang rumput laut.

Ke depan, melalui program ILO diharapkan anak-anak bisa tumbuh dan berkembang wajar, namun ini tetap memerlukan dukungan dari Pemda, tandas Ahmad Karim yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bantaeng.(T.pso-102/M027)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026