Logo Header Antaranews Makassar

Mobil Terbakar, Ribuan Pengunjung Mal Panik

Minggu, 1 Februari 2009 16:17 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Ribuan pengunjung yang memadati Mal Panakukang Square panik berlarian, karena terbakarnya sebuah mobil pick-up di lantai dasar parkir pusat perbelanjaan itu, Minggu.
Kepanikan itu bermula ketika asap yang mengepul dari mobil pada pukul 15.15 Wita tersebut, disangka pengunjung karena ledakan bom.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Panakukang, AKP. Satria Adri Febrianto, terbakarnya mobil bernomor polisi DD 8623 U itu, akibat konslet listrik di bagian AC (Air Conditioner) atau pendingin ruangan.

"Bukan teror bom. Suara ledakan itu karena kaca mobil sengaja dipecahkan agar bisa disiram air," katanya.

Satria menuturkan, saat itu, pemilik mobil, AH, sedang mengunjungi Mal Panakukang, namun karena teringat sejumlah uang, laptop dan dokumen penting masih di dalam mobil, ia akhirnya kembali.

Saat sedang merapikan barang-barang itu, ia menerima telepon sambil menyalakan AC mobil. Tiba-tiba saja asap mengepul dari lubang udara sehingga membuatnya panik dan lari meminta pertolongan ke pihak keamanan Mal.

Karena asap yang semakin menebal, alat pemadam api di Mal tersebut spontan bereaksi dengan menyemprotkan air. Pihak keamanan yang datang segera memecahkan kaca agar air bisa tersiran ke bagian dalam mobil.

AH sebagai pemilik kendaraan segera diperiksa oleh pihak keamanan. Menurut pengakuannya, barang-barang yang rencananya hendak diselamatkannnya tertinggal di dalam mobil sehingga ludes terbakar.

"Polisi mengamankan sejumlah barang untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Satria.

Di sela-sela pemeriksaan itu, ia menghimbau kepada pemilik kendaraan agar berhati-hati dan rutin memeriksakan kelayakan kendaraannya.

Selain itu, pemilik kendaraan hendaknya tidak membawa atau meninggalkan barang-barang berbahaya dan penting di dalam mobil.

Peristiwa terbakaranya sebuah mobil di Mal Panakukan ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, pada bulan September lalu, peristiwa yang sama juga pernah terjadi. (T.PK-AAT/M012)