
Pemerintah Pusat Diminta Perbaiki Jalan Trans Sulawesi

Mamuju (ANTARA News) - Bupati Mamuju Utara, Sulawesi Barat, Agus Ambo Djiwa meminta pemerintah pusat untuk segera memperbaiki jalan trans Sulawesi di Desa Lariang, Kecamatan Tikke, yang nyaris putus terkikis banjir akibat meluapnya Sungai Lariang.
"Kalau jalan Lariang putus maka masyarakat yang ada di Kabupaten Matra yang memiliki jumlah penduduk sekitar 90 ribu jiwa akan terisolir, karena tidak adanya sarana jalan alternatif untuk menjadi jalur transportasi ke wilayah itu," kata Agus di Mamuju, Sabtu.
Agus menegaskan, kalau jalur trans sulawesi itu putus maka roda perekonian masyarakat yang ada di Kabupaten Matra itu akan terganggu dan tidak lancar.
Oleh karena itu ia meminta, agar pemerintah pusat dapat membantu daerah ini dalam memperbaiki di jalan di Lariang tersebut agar roda ekonomi di Matra tidak terancam dan kondisi ekonomi daerah itu tetap berlansung normal.
"Pemerintah pusat jangan membiarkan kerusakan jalan Lariang karena itu adalah jalan nasional yang merupakan tanggung jawab negara ini untuk diperbaiki," kata Agus yang baru dilantik menjadi Bupati Matra pada 5 Oktober 2010.
Menurut pantauan ANTARA, jalan trans Sulawesi di Desa Lariang sepanjang 200 meter kondisinya tampak semakin parah nyaris putus akibat banjir karena meluapnya Sungai Lariang yang dipicu hujan deras di wilayah itu.
Sisi jalan Lariang yang menghubungkan antara Kabupaten Matra dengan Kota Mamuju ibukota Provinsi Sulbar tampak pecah-pecah dan ambruk jatuh ke sungai karena dirusak banjir dari Sungai Lariang.
Ambruknya separuh badan jalan Lariang yang sebelumnya memiliki lebar sekitar empat meter itu, membuat jalan yang menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Matra itu menjadi tipis dan kini lebarnya hanya sekitar 1,5 meter.
n Kondisi itu mengakibatkan jalan tersebut menjadi sulit dilalui kendaraan yang akan melintas baik dari sebelah utara yakni dari Kabupaten Matra maupun dari selatan dari Kota Mamuju.
Kendaraan yang akan melintas harus mengantri sehingga setiap harinya jalan itu dilanda kemacetan hingga satu kilometer.
Beddu, salah seorang warga setempat mengatakan, sudah empat bulan terakhir jalan Lariang ini mengalami kerusakan dan sulit dilalui kendaraan yang akan melintas, karena tidak maksimalnya pemerintah melakukan perbaikan.
"Pemerintah telah berupaya membangun bronjong dan pohon kelapa untuk menahan banjir dari Sungai Lariang yang terus mengikis jalan Lariang ini, namun penahan tersebut juga ambruk dihantam banjir sehingga mengakibatkan kondisi jalan semakin parah," katanya.
(T.KR-MFH/S022)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
