
Potensi Lahan Budidaya Rumput Laut 1.900 Km

Makassar (ANTARA News) - Potensi lahan budidaya rumput laut di Sulawesi Selatan mencapai 1.900 kilometer (km), sementara yang dimanfaatkan hingga 2010 baru sekitar 600 km.
"Produksi rumput laut Indonesia berada pada posisi ketiga di dunia, sementara dari produksi dalam negeri Sulsel mendominasi dan masih tersedia lahan budidaya yang luas," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Iskandar di Makassar, Kamis.
Berdasarkan data DKP Sulsel dketahui bahwa lahan budidaya rumput laut yang menggunakan bibir pantai di sejumlah daerah di Sulsel pada 2007 tercatat sepanjang 400 km. Lahan budidaya rumput laut tersebut kemudian meningkat menjadi 600 km pada 2010.
Sementara pendapatan yang diperoleh dari produksi rumput laut Sulsel pada 2007 sebanyak Rp419 miliar lebih dan pada 2010 mencapai Rp576 miliar.
Iskandar mengatakan kuota permintaan rumput laut di pasar dunia tidak terbatas.
"Kuota permintaan rumput laut di pasar dunia tidak terbatas, sehingga ini dapat menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan budidaya rumput laut," katanya.
Ia menjelaskan bahwa daerah sentra rumput laut di Sulsel antara lain di Kabupaten Takalar, Bantaeng dan Sinjai.
Besarnya potensi pengembangan budidaya rumput laut ini, diakui salah seorang petani rumput laut Nurdin di Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulsel.
Dia mengatakan, pengembangan budidaya rumput laut sangat menjanjikan, karena harga jualnya cukup stabil dan permintaan pasar tetap tinggi.
"Tinggal memperbaiki kualitas produksi saja, agar mendapatkan harga yang baik," katanya.
Hanya saja, lanjut dia, petani rumput laut sering kali menemukan kendala untuk memperbaiki kualitas produksi, karena perubahan iklim yang mempengaruhi hasil panen rumput laut.
(T.S036/A023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
