
Pemkab Barru gandeng PT KIMA kelola kawasan ekonomi khusus

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menggandeng PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) dalam mengelola kawasan ekonomi khusus (KEK) di daerah tersebut.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Barru dan pihak PT KIMA yang disaksikan Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah bersama Dirut PT Pelindo IV, dan pimpinan PT Pertagas Niaga di Rumah Jabatan Bupati Barru, Jumat.
"Ini pada hadir semua. Makanya kita sampaikan bahwa kenapa mereka hadir. Karena di Barru ini ada ke unggulan," kata Nurdin Abdullah.
Nurdin Abdullah menyebutkan Kabupaten Barru memiliki keunggulan sehingga disebut telah sangat paripurna, di antaranya tersedia mall pelayanan perizinan yang memudahkan masyarakat.
Selain itu, terdapat pula Pelabuhan Garongkong didukung power plant dengan daya energi lebih dari cukup untuk sebuah kawasan industri.
Ada juga pelabuhan antarprovinsi, antarpulau, serta kereta api yang segera akan difungsikan.
Keberadaan layanan masyarakat tersebut dinilai sangat tepat dengan kehadiran PT KIMA yang menghimpun semua pengusaha-pengusaha untuk berada dalam satu kawasan.
"Kalau sekarang ini kan sudah banyak di sini yang sudah terbangun. Sebentar lagi ada kilang. Jadi ini kita hadir hari ini, membuat komitmen bersama PT KIMA, mereka hadir sebagai penyelenggara kawasan industri, sebagai pengelola," jelasnya.
KIMA sebagai pengelola kawasan dianggap punya kapasitas untuk membantu Pemkab Barru menjalankan kawasannya. Yang juga diharapkan dapat meningkatkan potensi daerah.
Sementara itu, kata Nurdin, pada Pelabuhan Garongkong, Menteri Perhubungan akan menyerahkankan kepada Pelindo IV sebagai pengelola.
"Kita belum bisa bicara investasi. Tetapi kita harap ini betul-betul akan kita buat konsep kawasan terintegrasi," ujarnya.
Menanggapi pernyataan Nurdin Abdullah, pada kesempatan sama Sekretaris Perusahaan PT KIMA Jumriani mengatakan Barru memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan industri terintegrasi.
"Barru itu punya potensi bisa dikembangkan dan mereka juga sudah punya kawasan ekonomi khusus (KEK) sebenarnya, cuma belum jalan sepenuhnya," ujar Jumriani.
Ia menyebutkan salah satu fasilitas pendukung industri adalah ketersedian gas. Karena dengan gas, biaya produksi di industri bisa lebih murah dan ditekan, sehingga daya saingnya bisa lebih bagus.
"Rencana jika ada gas yang di Sengkang, bisa lewat pipanisasi ke Barru," katanya.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
