Logo Header Antaranews Makassar

PT FGUG Jamin Kontribusi PAD Rp2 Miliar

Selasa, 26 Oktober 2010 19:00 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - PT Fastindo Global Utama Group Makassar menjamin memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Makassar dari investasi pengolahan sampah sebesar Rp2 miliar per tahun.

Wakil Ketua Pelaksana Harian PT FGUG Makassar, Jayadi Rumengan, di Makassar, Selasa, mengatakan, kontribusi terhadap PAD ini diperoleh dari hasil penjualan briket dan kompos hasil dari pengolahan sampah.

Hasil pengolahan sampah ini akan dipasarkan di sejumlah negara maupun pasar dalam negeri seperti Thailand, Vietnam, dan Korea Selatan, karena hasil olahan sampah ini memiliki kualitas ekspor.

"Jika PT FGUG sudah beroperasi tahun depan, maka kami sudah bisa memberikan kontribusi PAD pada 2012, karena pada tahun pertama kami lebih memfokuskan pada pengadaan mesin, pelatihan, dan proses pengolahan," tuturnya.

Menurutnya, pengolahan sampah dilakukan dalam bentuk proses daur ulang sampah menjadi barangg dengan nilai ekonomi yang tinggi.

"Sampah yang diolah nantinya dapat digolongkan menjadi dua jenis, tergantung jenis sampah yang tersedia," katanya.

Untuk sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah non organik diolah menjadi bahan bakar briket berkalori rendah.

Ia menerangkan bahwa untuk satu ton sampah organik yang diolah, dapat menghasilkan pupuk kompos sebanyak 100 kilogram, sedangkan untuk satu ton sampah non organik, bisa menghasilkan 300 kilogram briket berkalori rendah.

"Untuk bisa menghasilkan kompos dan juga briket berkalori rendah tersebut, diperlukan volume sampah minimal 300 ton per hari dan maksimal sebanyak 1.000 ton," terangnya.

Di Makassar, kata dia, volume sampah sudah memenuhi target yang dibutuhkan untuk bisa melakukan pengolahan, yakni sekitar 500 ton per hari.

Ia menambahkan, investasi ini dapat memerikan keuntungan yang besar bagi Pemkot Makassar, karena Pemkot setempat hanya menyediakan lahan, pasokan sampah serta izin.

"Investasi pengolahan sampah ini dilakukan atas kerja sama dengan perusahaan dari Jerman yakni Bachus yang juga bergerak di bidang pengolahan sampah," tandasnya. (T.pso-103/S016)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026