
Distanak Sulbar Salurkan 250 Ekor Sapi

Mamuju (ANTARA News) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Barat menyalurkan sekitar 250 ekor sapi untuk dikembangkan petani di lima Kabupaten di Sulbar.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulbar, Ir Muhammad Abduh di Mamuju, Kamis, mengatakan, pemerintah provinsi Sulbar melalui Distanak Sulbar menyalurkan sekitar 250 ekor sapi untuk dikembangkan petani di lima Kabupaten yang ada di Sulbar tahun 2010.
Ia menjelaskan, bantuan sapi untuk petani Sulbar tersebut berasal dari pemerintah pusat yang dianggarkan melalui APBN tahun 2010 dengan nilai sekitar Rp400 juta.
Menurut dia, bantuan sapi itu akan disalurkan kepada sejumlah kelompok tani di lima Kabupaten di Sulbar yang dianggap layak menerima bantuan sapi itu.
"Mereka yang layak diberikan sapi tersebut adalah kelompok tani yang memenuhi sejumlah persyaratan sebagai penerima bantuan sapi itu diantaranya, memiliki kelompok tani permanen, memiliki lahan yang siap dikelola mengembangkan ternak sapi, serta memiliki sanggar tani," katanya.
Abduh mengatakan, bagi yang kelompok tani yang tidak memenuhi syarat itu tidak akan diberikan meskipun mengajukan permintaan bantuan.
Ia menjelaskan, jika prospek pengembangan sapi ternak sangat memiliki peluang besar dikembangkan di Sulbar untuk meningkatkan kesejahteraan petani sehingga pemerintah memberikan bantuan sapi itu.
Karena kata dia, daerah ini didukung pakan ternak yang memadai untuk pengembangan sapi, di samping itu memiliki potensi lahan basah untuk peternakan sapi di Sulbar yang luasnya sekitar 623.082 hektare, dengan tingkat produksi sapi saat ini mencapai sekitar 103.272 ekor di kembangkan petani.
"Di Sulbar, petani yang mengembangkan ternak sapi mulai menjanjikan karena sudah ada kelompok tani yang mampu memproduksi sapi hingga 1000 ekor dalam setahun," katanya.
(T.KR-MFH/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
