
Selayar Juara Umum Taekwondo

Pangkep, Sulsel (ANTARA News) - Kontingen Selayar berhasil meraih empat emas sekaligus tampil sebagai juara umum cabang taekwondo Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIV Pangkep, 6-13 November 2010.
Selain mengoleksi empat emas, Kabupaten Selayar juga berhasil meraih satu perak dan satu perunggu. Di posisi kedua cabor tersebut ditempati oleh tuan rumah Pangkep dengan dua emas tiga perak dan empat perunggu.
Makassar harus puas di posisi ketiga dengan hanya mengumpulkan satu emas dan satu perak. Teknikal Delegate Taekwondo Tahir mengatakan, jumlah emas yang diperebutkan di nomor ini adalah sembilan medali.
"Emas yang diperebutkan sebanyak sembilan daearah yang ikut bertanding sebanyak 11 kabupaten/kota," katanya.
Tiga daerah yakni Makassar, Luwu dan Lutim masing-masing memperoleh satu emas dari nomor tersebut. Makassar menempati posisi ketiga karena adanya sumbangan satu perak dari cabor ini.
Sekretaris Kontingen Selayar, Wahab di Pangkep, Sabtu, mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dengan tambahan empat emas yang diraih pada cabang taekwondo. Sebab hal itu membuat posisinya diklasemen akhir melesat jauh keposisi sembilan.
"Kita bersyukur bisa mendominasi perolehan emas untuk cabang taekwondo. Taekwondo dan takraw merupakan dua cabang yang memang ditarget sebagai lumbung perolehan emas pada porda kali ini," katanya.
Pada porda kali ini, Selayar hanya berharap bisa meraih minimal 7 emas. Artinya target yang dipatok telah berhasil dilampaui dengan perolehan emas sementara sebanyak 8 emas.
Menghadapi porda ke-14, kontingen Selayar datang dengan kekuatan 141 atlet terbaiknya. Seluruh atlet tampil pada 9 cabor yang dipertandingkan antara lain, dayung, takraw, silat, taekwondo, karate, tinju, tenis meja, atletik dan bridge.
"Kita berhasil mencapai target untuk masuk di10 besar klasemen akhir porda. Ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi Selayar," ujarnya.(T.pso-102/A020)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
