
1.379 Anak Terlantar di Polman

Polman, Sulbar (ANTARA News) - Sebanyak 1.379 anak terlantar berusia 0-18 tahun di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Ismail, salah seorang pemerhati anak di Polman, Minggu, mengatakan, angka anak terlantar di Polman dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang signifikan karena rendahnya aksebilitas pendidikan yang didapatkan anak-anak di Polman.
"Pemkab Polman harus bercermin dengan tingginya angka anak terlantar yang pada tahun 2009 menembus angka 1.379 jiwa," kata dia.
Dia menuturkan, Pemkab Polman secara tidak sengaja telah "menelantarkan" ribuan anak-anak yang kemungkinan akan kembali bertabah di tahun 2010 ini.
"Bukan tidak mungkin angka anak terlantar di Polman kembali meningkat tahun ini. Apalagi, upaya pemerintah untuk menekan jumlah anak terlantar terbilang minim. Faktanya, masih banyak anak-anak yang menjadi aset daerah maupun aset negara justeru banyak yang putus sekolah bahkan ada yang jadi pemulung," ungkap dia.
Ia menuturkan, jumlah anak terlantar di Polman tertinggi dari empat kabupaten lainnya yang terdapat di Sulbar seperti di Kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju dan Mamuju Utara.
"Ini adalah fakta yang terjadi di Polman yang setiap saat mudah kita dapatkan anak-anak yang tidak mendapat perhatian," tuturnya.
Ismail menjelaskan, pemicu lain yang menjadi penyebab meningkatnya angka anak terlantar karena kurangnya pelayanan kesehatan, status sosial dan kesejahteraan masyarakat masih sangat rendah.
Menurutnya, jumlah anak terlantar yang tertinggi di Kabupaten Polman terdapat di Kecamatan Wonomulyo sebanyak 209 jiwa dan terendah di kecamatan Bulo dengan empat orang dan beberapa kecamatan lainnya.
Dia mengatakan, kondisi kependudukan di Wonomulyo saat ini memang sangat padat, sehingga kebanyakan penduduk di daerah itu masing-masing sibuk dengan pekerjaannya sendiri.
"Wilayah Kecamatan Wonomulyo sebagai pusat perdagangan di Kabupaten Polman mengakibatkan penduduk di daerah ini memiliki kesibukan yang tinggi, sehingga menimbulkan kesengjangan sosial antara orang tua dan anak sehingga menimbulkan adanya anak yang diterlantarkan," tuturnya.
Sedangkan di kecamatan Bulo kata dia, jumlah penduduknya lebih kecil dari pada kondisi kependudukan yang ada di Wonomulyo.
"Makin tinggi jumlah penduduk di suatu daerah, makin memicu tingginya angka anak yang diterlantarkan," paparnya. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
