Logo Header Antaranews Makassar

Kementan: Penggunaan kartu tani secara efektif hanya 10 persen

Selasa, 20 Oktober 2020 18:18 WIB
Image Print
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat membuka rapat monitoring dan pengelolaan penyaluran pupuk bersubsidi TA.2020 di Hotel Claro, Makassar, Selasa (20/10/2020). ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Direktur Jendral Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Eddy mengemukakan bahwa penggunaan efektif kartu tani di Indonesia baru mencapai 1,4 juta petani atau 10 persen dari 9,3 juta kartu tani yang telah disalurkan.

"Kartu tani ini ditangguhkan sampai 31 Desember 2020. Tetapi bagi yang belum memiliki kartu tani, tetap bisa mendapatkan pupuk subsidi," katanya pada rapat monitoring dan pengelolaan penyaluran pupuk bersubsidi TA.2020 di Hotel Claro, Makassar, Selasa.

Berdasarkan data Kementan, jumlah petani di Indonesia sebanyak 13,9 juta orang, sementara kartu tani yang telah disalurkan sebanyak 9,3 juta. Selain itu kartu tani yang telah memiliki kuota dan terdistribusi 6,2 juta.

"Maka saat ini kartu tani tidak diwajibkan bagi petani yang belum memilikinya, namun tahun depan kartu tani ini sudah bisa diakses. Saat ini kebutuhan pupuk dalam tiga bulan kedepan harus dipenuhi," ucapnya.

Berdasarkan kesepakatan KPK, DPR RI dan Kementan, petani yang belum pemegang kartu tani tetap harus dilayani mendapat pupuk bersubsidi dengan pencatatan khusus hingga akhir Desember 2020.

Sarwo Eddy menyebut tambahan pupuk bersubsidi di Indonesia sebanyak 1 juta ton atau senilai Rp3,14 triliun dan sudah dialokasikan ke semua provinsi.

Kata dia, pihaknya telah melakukan pemetaan dan alokasi kabupaten dan kota, sedangkan pemerintah daerah telah mengeluarkan SK sesuai kecamatan dan desa.

"Dengan tambahan ini kita harapkan tidak ada masalah. Pupuk yang sudah berjumlah 8,9 juta ton itu kita harapkan segera didistribusikan ke lini III distributor dan ke kios, sehingga pupuk untuk musim tanam II bisa terpenuhi,”

Penyaluran pupuk subsidi yang berjumlah 8,9 juta ton telah terealisasi sebanyak 74,09 persen yang telah dialokasikan ke kios-kios desa.
Oleh karena itu, untuk percepatan kartu tani, dibutuhkan kerja extra ordinary pada semua stekholder termasuk PT Pupuk Indonesia dan himbara.

"Kita akan masih mencetak kartu tani sebanyak 3,9 juta dan mendistribusi kartu tani dengan bantuan para distributor. Apabila fasilitas belum terpenuhi, bagi yang belum punya, maka dilakukan secara manual dan bertahap, ke depan pakai kartu tani untuk menebus pupuk subsidi," katanya.



Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2026