
Ratusan Kendaraan Antre BBM di Mamuju

Mamuju (ANTARA News) - Ratusan kendaraan roda dua dan puluhan kendaraan roda empat kembali mengalami antrean panjang akibat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) menipis pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Pemantauan di Mamuju, Selasa, dilaporkan, antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat pada dua tempat SPBU di wilayah Kota Mamuju tak dapat terhindarkan akibat pasokan BBM yang didistribusi dari depot Pertamina di kota Pare-Pare, Provinsi Sulawesi Selatan, terlambat.
Misalnya, pada SPBU yang terletak di jalan Urip Sumiharjo, terpantau antrean kendaraan terjadi sejak pagi hingga siang ratusan kendaraan menumpuk untuk menunggu datangnya pasokan BBM itu.
Bahkan tak sedikit warga dipaksakan harus membeli BBM pada penjual eceran walaupun hargnya naik dari harga di SPBU.
"Kami tidak bisa menunggu lama untuk menunggu pasokan dari depot Pertamina kota Pare-Pare. Makanya, saya memilih membeli BBM pada sejumlah penjual pengecer dengan harga Rp6.000/botol," kata, Hasriadi, salah seorang karyawan perusahaan swasta di Mamuju.
Menurutnya, pemandangan antrean panjang kendaraan roda dua pada di SPBU terjadi sejak beberapa pekan terakhir ini akibat pasokan menipis dari tingkat kebutuhan masyarakat di daerah ini.
Kondisi serupa juga terjadi pada SPBU yang terletak di jalan Ratulangi Mamuju, juga dihadapkan dengan kondisi serupa yakni antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat akibat pasokan BBM dari depot pertamina Kota Pare-Pare terlambat.
Hamdan, petugas SPBU di Mamuju ini mengemukakan, pasokan BBM khususnya jenis premium yang didistribusi oleh Depot Pertamina terlambat sehingga memicu terjadinya antrean.
"Saat mobil pengangkut BBM masuk ke SPBU, dalam waktu singkat langsung ludes terjual akibat pembeli membludak." kata dia.
Ia berharap, pihak Depot Pertamina lebih mempercepat masuknya pasokan BBM di SPBU karena tingkat kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan premium sangat tinggi.
"Pasokan BBM jenis premium tidak bertahan lama karena langsung diserbu pembeli. Ini juga dimungkinkan karena jumlah SPBU yang beroperasi tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang ada," pungkasnya. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
