
Pemkab Mamuju petakan kecamatan zona aman COVID-19 pembelajaran tatap muka

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, memetakan kecamatan zona aman dari COVID-19 untuk persiapan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021.
Bupati Mamuju Habsi Wahid di Mamuju, Sabtu mengatakan pihaknya telah mendengarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk dari Satgas COVID-19, dewan pendidikan dan dinas pendidikan setempat terkait rencana penerapan pembelajaran tatap muka pada 2021.
Meski pun belum dituangkan secara tertulis, namun bupati mengaku menyetujui untuk membuka sekolah dengan metode pembelajaran tatap muka di beberapa wilayah yang masih dalam zona hijau penularan COVID-19, utamanya bagi sekolah yang berada di daerah yang masih kesulitan mengakses jaringan internet.
"Walaupun ada sekolah yang masuk dalam zona hijau, tetapi memiliki akses internet yang memadai, saya harapkan agar tetap tidak melakukan aktivitas belajar tatap muka, demi menghindari risiko penularan COVID-19," kata Habsi Wahid.
Ia juga meminta dinas pendidikan agar segera melakukan analisa dan pemetaan wilayah yang rentan dan layak melakukan proses pembelajaran tatap muka dengan tetap berkoordinasi bersama Satgas COVID-19 di daerah itu.
Berdasarkan data zonasi sebaran COVID-19 pada 11 kecamatan di Kabupaten Mamuju, terdapat empat kecamatan yang masuk zona hijau COVID-19, yakni Tapalang Barat, Papalang, Bonehau dan Kecamatan Bala-balakang.
Sementara itu lima kecamatan lainnya masuk zona merah, yakni Mamuju, Tapalang, Simboro, Kalukku dan Tommo serta dua kecamatan masuk zona kuning COVID-19, yakni Kalumpang dan Kecamatan Sampaga.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju Murniani mengaku, 90 persen sekolah di daerah itu telah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka pada awal 2021.
Ia juga mengatakan bahwa dari hasil analisa dan pemantauan terhadap pembelajaran secara daring atau jarak jauh yang selama ini dilakukan, sangat tidak efektif, utamanya di beberapa wilayah kecamatan yang belum memiliki akses jaringan internet yang memadai.
"Tetapi, keputusan untuk kembali membuka sekolah tatap muka akan tetap mengacu pada kebijakan pimpinan daerah melalui pertimbangan pihak-pihak terkait, utamanya dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan menyangkut penanganan risiko penularan COVID-19," katanya.
Sementara, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Mamuju Hajrul Malik juga mengakui pembelajaran melalui daring memang sangat tidak efektif.
Namun, ia juga mengkhawatirkan perkembangan COVID-19 saat ini, khususnya di Kabupaten Mamuju yang masih terus menunjukkan tren peningkatan.
"Pembelajaran tatap muka harus tetap melalui kajian dan analisa yang matang. Jika harus dilakukan pembelajaran tatap muka, hendaknya tidak diberlakukan pada semua wilayah, utamanya yang berada di zona merah, seperti Kecamatan Mamuju, Simboro dan Kecamatan Kalukku," kata Hajrul Malik.
Pewarta : Amirullah
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
