
Bupati Harap Unhas Bantu Sektor Perikanan Bantaeng

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap kepada Fakultas Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) membantu melakukan pembenahan terhadap sektor perikanan di Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Sektor ini memiliki potensi namun kantong kemiskinan tetap berada pada masyarakat pesisir. "Ini ironi sebab potensinya besar mulai dari pesisir hingga ke laut dalam, namun masyarakatnya tetap miskin," ujarnya pada pertemuan silaturahmi dengan jajaran Fakultas Perikanan Unhas di ruang rapat Bupati, di Bantaeng, Kamis.
Pertemuan yang dipandu Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (PPKAD) tersebut dihadiri Kadis Kelautan dan Perikanan H Abd Latif Naikang, Sekretaris Bappeda Asruddin dan pejabat terkait lainnya.
Sementara dari Fakultas Perikanan Unhas terdiri atas Prof Dr Amar Mallawa, Prof Dr Yusran Nur Indar, Dr M Abduh Ibnu Hajar, dan sejumlah personil dari Teknologi Penangkapan Unhas.
Menurut Bupati, potensi perikanan di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini cukup memadai, selain pesisir dan laut dalam, Bantaeng juga memiliki industri pengolahan ikan, namun yang menerima manfaat selama ini justru nelayan Kalimantan dan Jawa.
"Merekalah yang selama ini mengisi kebutuhan industri pengolahan ikan yang berbasis ekspor ke Jepang tersebut," urainya seraya berharap Fakultas Perikanan Unhas mengambi bagian penting dalam pemberdayaan tersebut.
Dari sisi permodalan sebenarnya tidak terlalu masalah sebab Pemda melalui Dinas Perikanan tetap mengawal. Hanya saja, untuk meningkatkan produksi, terutama untuk komoditi rumput laut diperlukan teknologi.
Demikian pula dengan penangkapan, diperlukan teknologi. Khusus rumput laut, Bupati HM Nurdin Abdullah mengatakan, masih menghadapi kendala pengadaan bibit.
Selama ini, petani rumput laut menggunakan bibit dari hasil panennya sendiri sehingga hasilnya kurang maksimal. Selain potensi laut, bantuan Fakultas Perikanan juga diharapkan pengembangan budidaya ikan air tawar. (T.KR-AAT/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
