Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar Cegah Kebocoran Soal Ujian

Selasa, 24 Februari 2009 15:43 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dinas pendidikan kota Makassar optimalkan upaya pencegahan kebocoran soal ujian di kalangan SLTP dan SLTA guna mendorong waktu belajar anak dibanding mengejar bocoran soal ujian.

"Kami upayakan pemberian bimbingan teknis pada seluruh siswa, supaya mereka tidak terpengaruh dengan isu kebocoran soal," ungkap Kepala Bidang Pendidikan Menengah Diknas kota Makassar, Ismunandar di Makassar, Selasa.

Langkah itu ditempuh untuk meminimalisir adanya upaya siswa yang terus mengejar soal dibanding mempersiapkan ujian dengan belajar. Hasil evaluasi Diknas telah menemukan terjadinya penurunan tingkat kelulusan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) beberapa tahun terakhir ini.

Ismunandar mengatakan, Diknas Makassar akan menempatkan tim bimbingan teknis (bimtek) di tiap sekolah-sekolah yang akan dimulai para maret mendatang. Seluruh sekolah di Makassar telah disurati untuk mempersiapkan diri, menerima tim bimbingan teknis tersebut.

"Kami sudah memberikan pemahaman kepada mereka untuk melakukan upaya penguatan mental dan percaya diri peserta didik dalam menghadapi ujian nasional nanti, dan kita sudah menyurati masing-masing satuan pendidik di sekolah-sekolah," ucapnya.

Metode yang diterapkan pemkot Makassar adalah, menjelaskan sistem metode pencetakan soal, misalnya pencetakan yang akan ditangani oleh perusahaan yang telah mencetak dokumen rahasia negara. Sehingga tidak akan terjadi kebocoran ditingkat rayon.

"Peserta bimtek nantinya dapat menjelaskan ke siswanya, kalo soal tidak akan pernah bocor. Jangan sampai peserta didik ditipu oleh oknum-oknum tertentu," tegasnya.

Selama ini kebocoran soal ujian nasional di Makassar dipicu oknum tidak bertanggung jawab. Soal yang diperdagangkan adalah soal yang dikemas dari hasil ujian beberapa tahun sebelumnya. Harga soal cukup variatif berkisar Rp300 ribu per soal ujian.

Berdasarkan data peserta sementara, jumlah peserta UN di Makassar sekitar 16.000 siswa yang terdiri atas 12.000 siswa SMA dan 4.000 siswa SMK. Jumlah ini bisa bertambah atau berkurang sebab siswa yang bisa ikut UN hanyalah mereka yang sudah lulus ujian sekolah.

Diharapkan tingkat kelulusan tahun ini mengalami peningkatan dari tahun lalu. Karenanya, Diknas mengimbau pada semua sekolah mempersiapkan diri menghadapi UN, mengingat waktu tinggal beberapa bulan lagi, serta memberikan kepercayaan diri pada siswanya.

Sedikitnya 200 sekolah menengah atas di Makassar menjadi penyelenggara UN tahun ini. Pengumuman hasil UN dilakukan secara serentak pada minggu kedua bulan Juni 2009. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) RI menentukan nilai rata-rata standar kelulusan minimal UN 2009 menjadi 5,50.

(T.PK-HK/Z002)