Logo Header Antaranews Makassar

Harga Bawang Merah Naik di Makassar

Minggu, 1 Maret 2009 03:20 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dalam sepekan terakhir, harga bawang merah yang dijual pedagang di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami kenaikan, dibanding pekan sebelumnya.

Pemantauan di Pasar Terong Makassar, Minggu, harga bawang merah naik dibanding minggu lalu, kecuali harga bawang putih tetap stabil.

Daeng Lawa, seorang penjual bawang menjual bawang merah asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) Rp17.000/kg padahal pekan sebelumnya harganya hanya Rp10.000/kg, bawang merah Kalosi (Enrekang) Rp14.000/kg, bawang putih Rp5.000/kg.

"Harga bawang merah naik karena pasokan dari sentra penghasil bawang merah mulai berkurang sedang permintaan masyarakat tetap stabil,"katanya.

Berkurangnya pasokan bawang merah banyak dipengaruhi oleh kondisi iklim seperti musim hujan dan cuaca yang tidak menentu sehingga menghambat pasokan dari sentra produksi bawang merah, karena banyak pelayaran antarpulau yang tidak berlayar serta mengurangi aktivitasnya karena tingginya gelombang laut yang disertai angin kencang.

"Untung ada bawang merah impor asal Thailand dan India harga Rp12.000/kg, kalau tidak harga bawang Bima bisa mencapai Rp25.000/kg," ujar Daeng Lawa.

Pada sebagian daerah sentra produksi bawang merah seperti Kabupaten Bima, NTB, penanaman pada lahan tegalan dimulai menjelang berakhir musim hujan (Maret), yang berlangsung sampai 2 - 3 kali tanam berturut-turut selama musim kering.

Syukri, seorang penjual sayuran dan bumbu dapur, menjual cabe kecil Rp30.000/kg, cabe rawit Rp20.000/liter, cabe besar Rp12.000/kg, kentang Kalosi Rp5.000/kg, tomat Rp5.500/kg, dan sawi hijau naik dari Rp1500/ikat kecil menjadi Rp2.500/ikat kecil.

"Harga cabe kecil sejak tiga hari terakhir bergerak naik dari Rp25.000/kg menjadi Rp30.000/kg karena pasokan kurang dari sentra produksi," kata Syukri. (T.PK-HK/F003)