Logo Header Antaranews Makassar

Cuaca Buruk Warnai Konferensi Internasional Perubahan Iklim

Sabtu, 26 Februari 2011 22:02 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Cuaca buruk mewarnai jalannya Konferensi Pemuda Internasional untuk Perubahan Iklim (Climate Changes) di Pulau Kapoposan, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

"Agenda konferensi tetap jalan, meski cuaca kurang bagus. Hujan terjadi di lokasi," kata ketua pelaksana dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel, Mizar Rahmatullah Roem melalui telepon seluler dari KRI Sorong, dalam perjalanan kembali ke Kota Makassar, Sabtu.

Selain hujan, ombak tinggi juga terjadi di sekitar pulau yang tepat berada di tengah-tengah selat Makassar ini.
Meizar mengatakan, dalam guyuran hujan delegasi dari 14 negara tetap melaksanakan menuntaskan agenda yakni, penelitian dan pelestarian terumbu karang di kawasan Taman Nasional Laut Pulau Kapoposan.

Ke 14 delegasi diantaranya berasal dari Australia, Belgia, Swiss, Albania, Inggris, Belanda, Sudan, Nigeria, Banglades, Malaysia, Brunai Darussalam, Albania, Trinidad dan Tobago, serta Yaman.

Ia mengatakan, selama satu hari di Kapoposan, peserta konferensi juga melakukan penyuluhan singkat kepada masyarakat cara menjaga dan melestarikan terumbu karang.

"Sejauh ini, terumbu karang di sana masih sangat bagus, pemerintah dan semua pihak harus mendorong agar itu tetap terjaga dan terpelihara," ujarnya.

Selain delegasi dari 14 negara, konferensi yang berlangsung sejak 25-27 Februari di Sulsel ini juga dihadiri Ketua KNPI Pusat, Aziz Syamsuddin, pencetus konferensi pemuda internasional untuk perubahan iklim, Ilhamsyah Azikin, serta ketua-ketua KNPI se Sulsel.

Mizar menambahkan, peserta akan menyempatkan waktu ke Benteng Rotterdam Makassar sekaligus mempelajari dan mengenal lebih jauh sejarah dan budaya Makassar, 27 Februari, sebelum kembali ke Jakarta.

Sehari sebelumnya, peserta konferensi juga melakukan penanaman pohon di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Kabupaten Maros, dan dilanjutkan dengan jamuan makam malam oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Makassar.

Konferensi internasional perubahan iklim di Indonesia dari 23-27 Februari diikuti 44 negara yang diselenggarakan di tiga provinsi termasuk Sulsel, Batuh Pulih untuk Kalimantan Tengah, serta Pulau Komodo untuk Nusa Tenggara Barat. (T.KR-AAT/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026