
Listrik Padam Jelang Kunjungan Dirut PLN

Makassar (ANTARA News) - Listrik di sejumlah titik padam menjelang kunjungan Direktur Utama PT. PLN, Dahlan Iskan yang dijadwalkan akan berkunjung di Makassar, Selasa, (1/3) besok.
Wilayah di sebagian kawasan bisnis tepatnya sepanjang jalan A.P. Pettarani, Makassar, Senin, sempat mengalami pemadaman kurang lebih 15 menit yang menyebabkan pengunjung rumah makan maupun warung kopi yang menggunakan layanan Wifi gratis di lokasi tersebut mengeluh.
Pemilik Warkop Hotspot M.Cofee, Amir saat ditemui di Makassar, Senin, menyayangkan, pemadaman secara tiba-tiba menyebabkan sejumlah pengunjung protes karena menyebabkan jaringan layanan internet mereka terputus.
"Mohon bersabar, koneksi kami memang tidak berfungsi jika lampu padam. Kira-kira butuh sekitar 10 menit untuk menormalkan kembali sistem kami," ucap Amir kepada seluruh konsumen di warkop tersebut.
Beberapa titik di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Tenggara sempat mengalami pemadaman meluas atau "Black Out" pekan lalu..
Deputi Manager Hukum & Humas PLN Sultanbatara, Yamin Loleh menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berada di luar kendali pihak PLN.
Dia menjelaskan, sistem kelistrikan Sulselbar mengalami pemadaman meluas (Black Out) pada pukul 20.40 Wita, Selasa, (15/2) malam.
Setelah melakukan proses pemulihan, lanjutnya, akhirnya petugas sejak pukul 21.30 Wita secara bertahap telah memulihkan distribusi daya listrik di sebagian daerah, termasuk di Kota Makassar.
Assistant Analyst Komunikasi PLN Sultanbatra, Jufriadi Darma menjelaskan, Dirut PT. PLN, Dahlan Iskan diagendakan akan menghadiri kegiatan peluncuran sistem Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat (P2APST) di aula kantor PLN wilayah Sultan Batara, Selasa.
"Sistem GoLive sistem P2APST ini akan dirangkaikan dengan peluncuran PLN Sumatera Barat," kata dia. (T.KR-HK/D009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
