Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Sulsel Siap Laksanakan Program "City Gas"

Kamis, 5 Maret 2009 10:20 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) siap melaksanakan program kota gas (city gas) di sejumlah kabupaten/kota, menyusul rencana BPH Migas mensosialisasikan hasil kajian pengembangan city gas ke daerah.

Pimpinan rombongan Komisi VII DPR RI, Rapiuddin Hamarung saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di Makassar, Kamis, meminta pemerintah daerah menyiapkan konsep pengembangan program city gas di Sulsel.

Menurut dia, BPH Migas telah merampungkan kajian pengembangan kota gas di 10 kota di Indonesia, meliputi Blora, Lhokseumawe, Jambi, Prabumulih, Tarakan, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Semarang, dan Sorong.

Hamarung yang juga Sekjen DPP Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) meminta Pemprov Sulsel menyusun anggaran program yang dibutuhkan untuk mengkaji daerah-daerah yang berpotensi untuk pengembangan kota gas di daerah ini.

"Makassar salah satu kota yang akan diprioritaskan masuk dalam pengembangan kota gas, "ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo pada pertemuan itu meminta rekomendasi dewan untuk menunjuk Sulsel sebagai daerah percontohan pengembangan city gas.

"Melihat potensi gas yang ada di Sulsel, daerah ini sebaiknya dijadikan 'pilot project' pengembangan kota gas di Indonesia," ungkapnya.

Pemprov Sulsel telah menyatakan kesiapannya untuk membangun tempat penampungan gas, yang dilengkapi dengan saluran pipayang dapat dimanfaatkan masyarakat di daerah. Diharapkan, konsep pembangunan infrastruktur itu dapat memperoleh dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sulsel, Sampara Salman dalam kesempatan sama mengungkapkan, dua daerah yakni kota Makassar dan Kabupaten Sengkang telah disiapkan untuk dijadikan pengembangan program city gas.

"Kebutuhan gas di Sulsel mencapai 102 ribu ton per hari, sedang kebutuhan gas kota di Makassar juga cukup tinggi," ucapnya.

Dia menjelaskan, kajian pembentukan kota gas di dua daerah itu diharapkan dapat terealisasi pada 2010 mendatang. Diharapkan, pengembangan kota gas dapat memenuhi kebutuhan gas yang aman dan terjangkau.

"Kami perkirakan efisiensi penggunaannya jauh lebih murah, biaya gas rumah tangga yang mencapai Rp70 ribu - Rp80 ribu per bulan dapat ditekan hingga Rp28 ribu," kata dia.
(T.PK-HK/S016)