
Sulsel Antisipasi Dampak Gempa Jepang

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulsel tetap siaga dan melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak gempa dan tsunami Jepang.
Kepala Dinas Sosial Pemprov Sulsel Suwandi di Makassar, Jumat, mengatakan, meski Sulsel tidak termasuk dalam perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terkena efek langsung tsunami Jepang, pihaknya tetap bersiaga.
"Dinas Sosial siap mengantisipasi sesuai dengan tugas dan fungsinya, yakni shelter dan logistik," katanya.
Antisipasi tersebut termasuk penanganan dan evakuasi warga Sulsel yang berada di daerah yang terkena efek bencana tersebut.
"Posko Tanggap Bencana (Tagana) aktif 24 jam," ujarnya.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sulsel, selaku koordinator penanganan bencana alam.
Ia menambahkan, jika masyarakat membutuhkan informasi atau bantuan terkait efek bencana tersebut, diimbau untuk langsung menghubungi BNPB.
Sementara itu, salah seorang warga Makassar, Hasbi, mengaku telah menghubungi untuk mengetahui kondisi keluarganya yang berada di Manado dan Papua, dua dari tiga daerah di Indonesia yang diprediksi BMKG akan terkena dampak langsung dari tsunami Jepang.
BMKG memperkirakan sekitar pukul 19.00 Wita, dampak tsunami Jepang akan terasa di Manado, Papua dan Maluku.(T.KR-RY/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
