
Nasdem Targetkan 10 Juta Kader pada 2012

Makassar (ANTARA News) - Nasional Demokrat menargetkan 10 juta kader hingga 2012, sebagai bentuk penguatan basis organisasi masyarakat tersebut dalam melaksanakan program restorasi nasional.
Sekretaris Jenderal Nasional Demokrat Syamsul Mu'arif saat membuka Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Nasional Demokrat Sulawesi Selatan di Makassar, Senin, mengatakan, dengan kekuatan sebesar itu pihaknya dapat menyusun skenario kebangsaan.
"Saya bahkan optimistis akhir 2011 target itu dapat tercapai. Saat kami meluncurkan Nasional Demokrat saja, dalam tiga bulan sudah terkumpul satu juta pendukung," ungkapnya.
Namun menurutnya, target 10 juta kader itu akan tercapai jika gerakan konsolidasi dilakukan dengan efektif, sehingga tingkat penerimaan masyarakat pada ormas tersebut semakin meningkat.
Implementasi konsolidasi itu antara lain segera membuat program-program nyata yang menyentuh langsung kalangan akar rumput dalam waktu dekat.
Ketua Nasional Demokrat Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, optimistis program rekrutmen tersebut di Sulsel berlangsung baik. Karena sebagai ormas terbuka, semua kalangan bisa bergabung tanpa memandang asal partai maupun profesi kadernya.
Di provinsi itu, Ketua DPW Partai Demokrat Sulsel tersebut menargetkan dapat berkontribusi satu juta kader bagi Nasional Demokrat hingga 2012.
Ilham menambahkan, pihaknya akan berkonsentrasi membidik kalangan akademisi atau intelektual. Sebab elemen tersebut dinilai sudah percaya pada kecepatan perubahan yang dilakukan Nasional Demokrat.
"Siapapun bisa bergabung, mau PNS, TNI atau Polri. Tapi kami akan prioritas kalangan intelektual," ujarnya.
Mantan ketua DPD I Partai Golkar Sulsel itu menambahkan, kedepan tidak menutup kemungkinan Nasional Demokrat berubah menjadi partai atau berafiliasi dengan satu partai tertentu. Yang penting partai tersebut memiliki visi dan visi yang sama dengan ormas itu.
"Daya tawar kami ya, kekuatan massa 10 juta orang itu," ujarnya.(T.KR-AAT/R018)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
