Logo Header Antaranews Makassar

PT Pos Indonesia Perketat Proses Pengiriman Barang

Kamis, 24 Maret 2011 20:49 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - PT Pos Indonesia cabang Makassar memperketat proses pengiriman barang, menyusul maraknya isu teror bom dalam bentuk paket yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Kepala Bagian Pemasaran Kantor Pos Makassar, Sofyan Iskandar, di Makassar, Kamis, mengatakan, pengamanan proses pengiriman barang diperketat dengan cara membuka seluruh paket kiriman yang mencurigakan.

"Seluruh barang yang mencurigakan langsung kami buka di depan pengirim agar tidak terjadi kesalahpahaman antara karyawan kantor pos dengan pengirim paket," imbuhnya.

Menurut dia, pemeriksaan dengan membuka paket ini harus dilakukan, mengingat kantor pos belum memiliki alat pendeteksi barang atau seperti yang digunakan di bandara.

Karena itulah, kata dia, pemeriksaan seluruh barang atau paket yang akan dikirim maupun diterima masih menggunakan cara manual.

"Selain membuka paket yang mencurigakan, peningkatan pengamanan juga dilakukan dengan cara meminta identitas lengkap dari para pengirim paket tersebut," ungkapnya.

Ia mengatakan, proses pengiriman barang di kantor pos juga telah dilakukan sesuai dengan prosedur, sehingga tidak ada lagi kesalahan dan barang dapat dikirim sesuai dengan tujuan.

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya belum menemukan paket kiriman yang diduga merupakan bom seperti yang terjadi belakangan ini.

"Beberapa hari lalu, memang ada sebuah barang kiriman yang diduaga adalah pistol, sehingga harus diperiksa oleh pihak yang berwajib," tuturnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjutnya, ternyata paket kiriman tersebut bukan pistol, melainkan sebuah soft gun milik seorang perwira angkata laut dan tidak berbahaya.
(T.KR-AAT/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026