Logo Header Antaranews Makassar

Minta Unhas Peduli Raja Ampat

Sabtu, 26 Maret 2011 04:00 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Bupati Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Drs Maskur Wanma, MSi mengharapkan Universitas Hasanuddin (Unhas) memberi perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di kabupaten pemekaran Kabupaten Sorong itu.

"Selama ini Unhas sudah bekerja sama dengan kami. Kini, kami datang lagi untuk bekerja sama, khusus untuk pendidikan pascasarjana dan beberapa bidang lainnya," kata Markus Wanma pada acara penandatanganan nota kesepahaman dengan Rektor Unhas Idrus A Paturusi di Makassar, Jumat.

Kerja sama tahap pertama selama lima tahun itu mencakup jasa konsultasi, advokasi, pendidikan dan pelatihan serta penelitian, pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Juga kerja sama mencakup pelayanan jasa lingkungan meliputi pemantauan dan analisis dampak lingkungan.

Bupati Raja Ampat Markus Wanma mengatakan, kabupaten yang baru berusia tujuh tahun itu mengandalkan sektor perikanan dan kelautan serta pariwisata. Namun dengan bekerja sama dengan Unhas, Pemkab Raja Ampat mengharapkan dapat mendorong peningkatan infrastruktur dasar meliputi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi berbasis kerakyatan.

"Kami ingin melaksanakan dengan mengajak Unhas dapat membuka kelas khusus untuk tenaga dari Raja Ampat, tanpa keluar dari koridor yang ada," ujar Markus Wanma.

Selain potensi perikanan dan pariwisata, kata Markus Wanma, Raja Ampat juga memiliki potensi pertambangan, antara lain nikel, batubara, migas, besi dan uranium. Raja Ampat memang lebih dikenal oleh luar negeri ketimbang di dalam negeri. Terbukti, kini banyak investor dari berbagai negara yang membangun resort di kabupaten pecahan Kabupaten Sorong tersebut.

Rektor Unhas Idrus A Paturusi menawarkan setnet, suatu pola penangkapan ikan berbasis ramah lingkungan kepada Kabupaten Raja Ampat. Teknologi penangkapan ikan yang pertama diintroduksi di Kabupaten Bone ini sekarang juga sudah dibangun di Kabupaten Jeneponto dan dikelola oleh koperasi nelayan setempat.

Selain itu, Unhas juga menawarkan agar dapat memanfaatkan pendidikan guru berbasis asrama yang sekarang sedang berlangsung dengan Provinsi Papua. Program ini menyediakan guru khusus dalam bindang Biologi dan Kimia (sudah selesai) dan sedang berjalan adalah Matematika dan Fisika. Mereka ini adalah putra-putri asli Papua yang setelah meraih gelar S-1 kembali menjadi guru di Papua.

"Mereka ini di asramakan dan pada saat-saat tertentu bersosialisasi dengan mahasiswa lainnya dalam kegiatan olahraga," ujar Idrus A Paturusi dalam acara yang dihadiri Wakil Rektor I D A Suriamiharja, WR II Andi Wardihan Sinrang, dan sejumlah dekan fakultas.(T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026