Logo Header Antaranews Makassar

Warga Tutup Paksa TPA Sampah

Minggu, 3 April 2011 14:27 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Warga Simbuang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menutup paksa Tempat Pembuangan Akhir sampah karena dianggap mengganggu kenyamanan.

Halidang, warga Simbuang di Mamuju, Minggu, mengemukakan, warga terpaksa menyegel dengan memalang pintu masuk ke TPA karena mengganggu dengan aroma bau yang menyengat hidung.

"Warga sudah tak nyaman dengan bau sampah yang menyengat hidung sehingga kami sepakat melakukan pemalangan dengan menancapkan balok di pintu masuk apalagi aspirasi kami selama ini diabaikan pemerintah," terangnya.

Ia mengemukakan, penolakan TPA Simbuang ini telah diusulkan sejak lama, namun pemerintah baru turun tangan setelah dilakukan penyegelan pintu masuk.

Dia menjelskan, TPA Simbuang sudah tak layak untuk dijadikan pembuangan sampah karena dekat dengan pemukiman warga.

Pasca penyegelan yang dilakukan tiga hari yang lalu kata dia, pemerintah mulai mengalihkan TPA sampah ke Lingkungan Adi-Adi yang berjarak 15 kilometer dari kota Mamuju.

"Pemerintah sudah tak membuang sampah di TPA Simbuang dan telah mengalihkan ke TPA yang baru," jelasnya.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Mamuju, Baharuddin Rasyid, membenarkan, pasca ada aksi unjuk rasa penolakan dengan melakukan penyegelan pintu masuk di TPA Simbuang, pemerintah melakukan langkah bijak dengan mengalihkan ke TPA yang baru.

"Hasil keputusan yang kami hasilkan dengan para tokoh masyarakat Simbuang melahirkan keputusan untuk mengalihkan ke TPA yang baru," tuturnya.

Ia mengatakan, pengalihan TPA Adi-Adi sudah tak bisa ditawar lagi mengingat masyarakat setempat tak lagi nyaman dengan aroma bau yang menyegat hidung.

Yang menjadi persoalan kata dia, karena dukungan anggaran yang digunakan semakin membengkak khususnya biaya tambahan bahan bakar.

"Kami tidak tahu harus berbuat apa karena dukungan anggaran sangat minim. Makanya, untuk sementara kami melakukan efisiensi pembiayaan untuk menutupi biaya operasional," terangnya.

Dia mengatakan, dengan bertambahnya jarak ke TPA sebanyak 15 kilometer maka dengan sendirinya dukungan BBM harus bertambah menjadi 15 liter/hari untuk setiap armada.
(T.KR-ACO/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026