Logo Header Antaranews Makassar

Kades Bantaeng Jadi Pembicara Nasional

Rabu, 27 April 2011 02:47 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kepala Desa Rappoa, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Iwan Darfin diundang ke Jakarta untuk menjadi pembicara dalam Lokakarya Nasional Pengelolaan Anggaran untuk Peningkatan Pelayanan Dasar.

Lokakarya 3-5 Mei 2011 akan diikuti 220 peserta utusan 18 Provinsi di Indonesia tersebut dijadwalkan dibuka Dirjen Otonomi Daerah (Otoda) Prof Dr H Djohermansyah Djohan, MA.

Iwan Darfin yang melaporkan undangan tersebut kepada Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di rumah jabatan Bupati Bantaeng, Selasa, mengemukakan kesiapannya berbicara di depan anggota Badan Anggaran DPR RI, perwakilan para anggota dewan se Indonesia serta peserta lainnya.

Menurut Iwan, pihaknya akan mengemukakan pengalamannya selama menjabat Kades selama 16 bulan. Dalam masa jabatannya itu, Desa Rappoa menjadi desa percontohan untuk pengolahan administrasi desa tingkat kabupaten.

Desanya juga berhasil menjadi nominasi pelaksanaan program PNPM Mandiri tingkat provinsi. Atas keberhasilan tersebut, sejumlah daerah telah melakukan kegiatan belajar bersama (studi banding) diantaranya dari Bali, NTB dan beberapa daerah lainnya yang juga difasilitas dari Jakarta.

Ditanya kiatnya memajukan desanya, Iwan mengatakan, hanya mengikuti mekanisme yang ada sebab semua personil desa sudah dibagikan tugas masing-masing dengan melibatkan lembaga desa seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

"Semua lembaga terkait kita libatkan dalam proses pelaksanaan pemerintahan desa, termasuk Majelis Taklim. Dalam pelibatan tersebut, masing-masing diberi kesempatan untuk mengemukakan rencananya, sedang untuk pelaksanaan kegiatannya didanai melalui APBDes," ujarnya.

Setiap akhir tahun, Kepala Desa juga menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) desanya di depan masyarakat, tambah Iwan yang didampingi Camat Pajukukang Ahmad Salam.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap, Kades Rappoa memberikan yang terbaik agar daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini tetap mendapat nama harum.

"Kemukakan apa adanya sesuai pengalaman dan kenyataan agar dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya di tanah air," pinta Bupati. (T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026