Logo Header Antaranews Makassar

Bantaeng Jadi Model Pertanian Sulsel

Kamis, 5 Mei 2011 03:29 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Bantaeng dijadikan model untuk pengembangan pertanian tanaman pangan dan hortikultura di Sulawesi Selatan, sekaligus sebagai daerah pemasok benih.

Penunjukan itu dikemukakan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Ir Lutfi Halide pada pertemuan dengan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian Zainal Bachruddin di Bantaeng, Rabu.

Pertemuan yang dilakukan usai menyaksikan kawasan pengembangan tanaman cabai dan padi gogo di Desa Pajukukang tersebut dihadiri Direktur Pemasaran Internasional Mesac Tarigan, Direktur Pengolahan Hasil Pertanian Nasaruddin, Wakil Direktur Pemasaran Domestik Effi Sofiadi, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Yul Bahar.

Selain itu, hadir pula Kasubdit Pengolahan Hasil Hortikultura Ahmad Suhardianto, Kepala Seksi Sayuran dan Buah Rosita, Sekretaris Dirjen P2HP Andien dan sejumlah pejabat lingkup Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sulsel.

Menurut Lutfi Halide, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memberi apresiasi terhadap keinginan Kabupaten Bantaeng menjadi model pengembangan tanaman pangan serta menjadi pemasok bibit berbasis teknologi sebab sesuai dengan keinginan Sulsel menjadi provinsi pemasok benih di Indonesia.

Meski begitu, ia mengingatkan agar berhati-hati terhadap perubahan iklim yang ekstrim serta perlunya kesiapan untuk mensertifikasi bibit yang akan diedarkan sebab hanya bibit bersertifikat yang bisa dipasarkan.

Karena itu, ia berharap kepada Pemda Kabupaten Bantaeng agar melakukan pendampingan terhadap petani yang melakukan penangkaran sendiri. Pendampingan sangat penting untuk menghindari kerusakan dan potensi virus tanaman, urainya.

Kadis Pertanian Tanaman Pangan Sulsel itu juga memuji keberhasilan Bantaeng yang berhasil mengembangkan bibit hybrida. "Kami banyak belajar dari Bantaeng dan sudah dikembangkan di Pinrang dan Sidrap," ujarnya.

Ia mengatakan, bibit hybrida ini semula diragukan dan konon hanya perusahaan besar saja yang bisa melakukan pengembangannya. Tapi, ternyata Bantaeng bisa membuktikan bisa melakukan penangkaran sendiri.

Daerah ini bahkan berhasil memutus perkembangan hama tungro melalui pola tanam yang dibentuk sendiri dan diberi nama Legowo-21.

Dirjen P2HP Zainal Bachruddin juga menyambut baik penunjukan Kabupaten Bantaeng menjadi model pengembangan tanaman pangan dan hortikultura. Ini sangat penting sebab masalah benih dan bibit merupakan persoalan nasional.

Ia berharap, Bupati Bantaeng dapat memaparkan pola pengembangan tanaman di wilayahnya itu di depan petinggi pertanian di Jakarta. "Ini sangat menarik, sebab ternyata daerah bisa mengembangkan sendiri," tambah Zainal.

Dirjen mengatakan, pola yang dikembangkan di daerah ini sesuai dengan yang diinginkan pemerintah. Pola pertanian yang benar tentu dapat mengakses pasar, ujarnya.

Ia menjanjikan kontribusi dana untuk daerah berjuluk Butta Toa ini, baik dalam bentuk APBN maupun APBNP serta dana insentif untuk membantu pengembangan yang juga dilakukan Gapoktan di daerah ini.

"Saya betul-betul mendukung sebab pusat dan daerah harus bergandeng tangan untuk memberdayakan petani. Tak ada kata terlambat untuk mengangkat potensi lokal daerah," tambah Zainal.

Ke depan, urainya lagi, paradigma berfikir kita perlu diubah dari bagaimana menjual yang kita produksi menjadi bagaimana mengolah apa yang kita produksi, pinta Dirjen P2HP.
(T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026