
Dirjen Resmikan Pasar Ternak Bantaeng

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Setelah disosialisasikan, Pasar Ternak Kabupaten Bantaeng yang terletak di Desa Baruga akhirnya diresmikan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Indonesia, Zainal Bachruddin.
Peresmian dilakukan, Rabu, disaksikan Direktur Pemasaran Internasional Mesac Tarigan, Direktur Pengolahan Hasil Pertanian Nasaruddin, Wakil Direktur Pemasaran Domestik Effi Sofiadi, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Yul Bahar.
Selain itu, hadir pula Kasubdit Pengolahan Hasil Hortikultura Ahmad Suhardianto, Kepala Seksi Sayuran dan Buah Rosita, Sekretaris Dirjen P2HP Andien dan sejumlah pejabat lingkung Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sulsel.
Dirjen P2HP berpesan kepada pengelola dan semua yang berkepentingan dengan pasar ini agar mengoptimalkan pasar ini sebagai tempat transaksi dengan baik. Pasar yang baik, terangnya bila antara penjual dan pembeli saling mengikhlaskan.
Bila itu dilakukan, maka akan bernilai berkah, tambah Dirjen Zainal Bachruddin. Ia kemudian memuji Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang sangat serius memberi perhatian kepada rakyatnya.
"Saya sangat kagum kepada Bupati Bantaeng yang berhasil memberdayakan semua aset pertanian hingga peternakan yang ada di wilayah kerjanya. Untuk itu, kami siap membantu," ujarnya.
Bupati memberdayakan masyarakat secara utuh dari hulu hingga hilir, bahkan hingga ke pasarnya. Ini sangat membantu masyarakat, tambah Dirjen seraya mengemukakan, juga dilakukan pengembangan benih dengan baik.
Menurut dia, keberhasilan bupati memenej waktu dengan baik hingga pemanfaatan lahan secara maksimal sehingga dinamisasi masyarakat semakin meningkat.
Ini sangat penting sebab lahan yang semula tandus, kini bisa dimanfaatkan untuk tanaman yang sesuai seperti yang dilakukan di Desa Pajukukang. Di desa tersebut dikembangkan tanaman cabai serta padi gogo yang ditanam tumpangsari dengan jagung.
Tanaman cabai varietas palapa kini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Komoditi ini juga diharapkan bernilai lebih sehingga harganya dinikmati masyarakat.
Ketika harga di Jakarta mencapai angka di atas Rp100 ribu/kg, harga cabai di tingkat petani hanya Rp16 ribu/kg. Untuk menjawab kelangkaan yang berakibat pada tingkat harga tersebut, diharapkan distribusi cabai bisa lebih baik.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengatakan, kahadiran pasar ternak merupakan dambaan masyarakat bagian selatan Sulsel. Ini juga bertujuan untuk menunjang keinginan untuk menjadikan Bantaeng sebagai kota jasa.
"Sebagai daerah yang memiliki wilayah terbatas, Bantaeng diharapkan menjadi daerah jasa," urainya seraya mengatakan, pada tahap awal pasar ini hanya menyiapkan ternak dan diharapkan disusul unggas.
Karena itu, ia berharap bantuan pemerintah pusat untuk mewujudkan pasar ini menjadi pasar ternak dan unggas yang dilengkapi fasilitas rumah potong hewan (RPH) serta fasilitas penunjang lainnya. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
