Logo Header Antaranews Makassar

Menkumham Anggap Sulbar Kampung Sendiri

Minggu, 22 Mei 2011 14:28 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Menteri Hukum dan Ham, Patrialis Akbar, menganggap, kunjungan ke Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) seakan kembali ke kampung halaman sendiri.

"Meski saya bukan orang dari Sulbar, tetapi saya anggap provinsi terbungsu ini bagaikan kampung halaman sendiri," katanya dalam kunjungan ke Mamuju, Minggu.

Menurut dia, dirinya menganggap Sulbar kampung halamannya karena saat pembentukan provinsi ini pada tahun 2004, dirinya turut andil memperjuangkannya saat menjadi anggota DPR RI.

"Saat saya duduk di DPR RI tahun 2004, kami mengusulkan agar Sulbar segera dibentuk untuk mempercepat pembangunan di daerah ini," terangnya.

Saat duduk di DPR enam tahun silam, dirinya bersama para pejuang pembentukan Provinsi Sulbar terus menggelorakan agar daerah ini dimekarkan menjadi provinsi otonom karena daerah ini masih sangat tertinggal.

"Daerah ini memiliki potensi alam yang luar biasa. Namun, saat bergabung dengan Sulawesi Selatan, terkesan terabaikan sehingga rakyat di daerah ini terjadi pergolakan untuk memekarkan diri menjadi provinsi baru," terangnya.

Perjuangan yang dilakukan saat itu, kata Menteri, rupanya tak sia-sia karena daerah ini telah mampu mencatat berbagai prestasi tingkat nasional, termasuk sempat mencatat sebagai daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi Sulbar sesuai data BPS pada triwulan II tahun 2010 mencapai angka pertumbuhan signifikan sebesar 15,1 persen," katanya.

Ia mengatakan, daerah ini juga mampu memangkas angka kemiskinan setiap tahun dua persen dan saat ini tersisa hanya 11 persen angka kemiskinan Sulbar.

"Tentunya, capaian prestasi ini tak terlepas dari kerja keras Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh dalam menetapkan arah kebijakan dalam mewujudkan cita-cita pembentukan provinsi ini," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, sangat wajar jika prestasi yang dilakukan oleh gubernur itu mendorong kesempatan untuknya diberi peluang meneruskan pembangunan di daerah ini lima tahun mendatang.

"Saya tidak melakukan kampanye. Tetapi, sebagai kawan tentu harus mendoakan agar pak Anwar bisa kembali melanjutkan pembangunan di daerah untuk kepentingan rakyat Sulbar," tutur Menteri.

Menteri mengemukakan, arah kebijakan dengan mengedepankan pembangunan infrastruktur sangat tepat karena daerah ini dulunya terisolasi, sehingga daerah ini tertinggal.

"Kondisi saat ini sudah jauh berbeda dengan kondisi sebelum dimekarkan menjadi provinsi. Saya tentu berbahagia karena ternyata buah pemekaran wilayah ini rupanya sudah sesuai dengan cita-cita rakyat Sulbar," katanya. (T.KR-ACO/E011)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026