
Sulsel tidak Gentar Hadapi Jatim

Makassar (ANTARA News) - Pengurus Provinsi Wushu Indonesia Sulawesi Selatan mengaku tidak gentar menghadapi Jawa Timur pada babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Makassar, 12-17 Juli 2011.
Sekretaris Umum Wushu Sulsel Sudirman, di Makassar, Kamis, mengatakan, keputusan tim Jawa Timur mendatangkan dua pelatih asal China menangani tim, menjadi hal yang sudah seharusnya diwaspadai. Namun pihaknya menilai kondisi itu bukan sebuah alasan sehingga pihaknya takut menghadapi Jawa Timur di babak kualifikasi PON.
"Kami sama sekali tidak pernah merasa takut menghadapi tim manapun, termasuk Jatim. Kami juga cukup optimistis bisa meraih terbaik pada pra PON nanti," ucapnya.
Menurut Sudirman, peluang Sulsel bisa meraih hasil terbaik pada ajang pra PON nanti, juga bisa dikatakan cukup terbuka. Salah satu alasannya tak lepas dari status Sulsel sebagai tuan rumah pra PON yang rencananya digelar di Gedung Celebes Convention Center Makassar.
Selain persoalan tuan rumah, Sulsel juga telah mempersiapkan diri lebih matang, termasuk mendatangkan pula pelatih asal China untuk menangani tim Sulsel. Kehadiran pelatih bernama Wang Xhu itu diharapkan bisa mendongkrak prestasi Sulsel pada pra PON.
"Ia (Wang Xhu) baru saja tiba di Makassar sekitar satu minggu yang lalu . Mudah-mudahan kedatangannya untuk menangani tim bisa memberikan hasil yang maksimal bagi Sulsel di pra PON," jelasnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Sekjen PB Wadokai itu menjelaskan, kemampuan dan pengalaman yang dimiliki pelatih asal China tersebut diharapkan bisa memberikan dampak besar dengan meloloskan lebih banyak atlet pada PON XVIII Riau 2012.
"Meski persaingan nanti bisa dikatakan tidak mudah, namun kita cukup optimistis bisa meraih hasil terbaik. Apalagi kita pada pra PON nanti bertindak selaku tuan rumah," ujarnya.
(T.KR-MH/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
