
Organda Minta Pemkot Evaluasi Kinerja Perusda Terminal

Makassar (ANTARA News) - Organisasi Pengusaha Angkutan Darat Makassar meminta Pemerintah Kota Makassar segera mengevaluasi kinerja Perusahaan Daerah Terminal.
"Kami meminta agar Perusahaan Daerah (Perusda) Terminal segera dievaluasi karena kami menemukan adanya pungutan liar calon penumpang AKAP dan AKDP," ujar Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Makassar Rahim A Bustam di Makassar, Kamis.
Ia mengatakan, pungutan liar di Terminal Regional Daya Makassar ini telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir tanpa proses penertiban dari Perusda Terminal.
Pungutan liar yang kerap menimpa calon penumpang diantaranya buruh angkut terminal, peron, joki penumpang bahkan hingga layanan fasilitas umum.
Rata-rata penumpang harus mengeluarkan pengeluaran tambahan sebelum menggunakan Angkutan Kota Antar-Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Ia memprediksi, pungutan liar ini akan memicu terjadinya praktek pemberian upeti pada manajemen Perusda Teriminal.
Akibatnya banyak penumpang yang enggan masuk ke terminal dan memilih menggunakan terminal bayangan.
"Kalau permasalahan yang sudah berlangsung lama ini tidak ditanggapi maka akan memicu terjadinya pemberian upeti. Selain itu juga, penumpang dipastikan lebih memilih terminal bayangan daripada terminal resmi," katanya.
Ia menambahkan, minimnya jumlah calon penumpang yang masuk kedalam terminal merugikan pengusaha angkutan AKAP dan AKDP yang juga mulai berkurang dan berdampak pada pendapatan pengusaha. (T.KR-MH/Z002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
