
Perusda RPH Makassar Operasikan Industri Pengelolaan Samak

Makassar (ANTARA News) - Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan Kota Makassar akan segera mengoperasikan Industri pengelolaan samak pada Juni 2011.
"Industri ini diharapkan akan menjadi bisnis baru RPH Makassar, apalagi sebelumnya pemerintah pusat sudah memberikan bantuan peralatan mesin penyamakan," ujar Direktur RPH Makassar, Sudirman Lannung, di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan, seluruh persiapan pengoperasian industri ini sudah dirampungkan. Alat yang telah dibantukan pemerintah pusat diakui sudah terpasang.
Bahkan, petugas yang akan mengoperasikan mesin itu tengah didampingi dan dilatih tim dari pemerintah pusat. Nilai bantuan itu mencapai Rp3 miliar.
Ia mengharapkan dengan bantuan ini maka Kota Makassar sudah menerima tiga jenis mesin pengelolaan kulit. Selain bantuan tersebut bantuan pelatihan juga didatangkan dari Sidoarjo.
"Nilai bantuan dari pemerintah pusat untuk membangun industri penyamakan kulit sebesar Rp3 miliar. Selain itu, kita juga dibantu dengan adanya tim teknis yang langsung didatangkan dari Sidoarjo," katanya.
Ia menambahkan, setelah industri ini beroperasi, RPH Makassar akan membentuk unit usaha baru yang akan mendistribusikan kulit agar ketersediaan bahan baku di industri ini terus berkelanjutan.
Bahkan jika suplai kulit berkurang, unit ini bertanggungjawab mendatangkan kulit dari RPH diluar Makassar.
Menurutnya, potensi penyamakan kulit di Makassar tergolong besar karena per harinya RPH Makassar mampu menyalurkan 50 bahan baku kulit atau sekitar 150 unit strip kulit yang dapat diolah menjadi kerajinan kulit.
Melalui industri ini pula nilai kulit akan meningkat signifikan dari Rp5.000 per strip menjadi Rp8.000 perstripnya. Pasar hasil penyamakan kulit ini nantinya akan dipasarkan di tingkat lokal dan pulau Jawa. (T.KR-MH/M012)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
