
Traffic Light tidak Layak harus Diganti

Makassar (ANTARA News) - Anggota DPRD Kota Makassar mengusulkan sejumlah lampu pengatur lalu lintas (traffic light) di Kota Makassar yang sudah berusia 20-an tahun diganti mengingat kepadatan kendaraan telah memasuki fase kelebihan (over load).
"Traffic light di Makassar yang sudah tidak layak harusnya diganti, setahu saya itu produk lama masih tahun 1980-an," kata anggota DPRD Kota makassar dari Komisi C, Imran Tenri Tata Amin Syam di Makassar, Senin.
Menurut dia, intensitas kendaraan di Makassar setiap harinya semakin meningkat, dan apabila pemerintah kota Makassar tidak melakukan pembenahan, secara otomatis kemacetan akan semakin parah.
"Sudah banyak traffic light yang tidak layak dan tidak berfungsi dengan baik. Saya rasa kalau diganti yang lebih canggih dan lebih cepat durasi waktunya akan mengurangi tingkat kemacetan," katanya.
Ia bahkan mengusulkan agar setiap jalan protokol menggunakan CCTV dengan satu pusat pemantauan sehingga mudah diketahui dimana tingkat kemacetan, apalagi ditunjang traffic light yang lebih baik.
"Misalnya Jakarta dan sekitar akan mudah dideteksi dimana kemacetan berlangsung. Dan sebaiknya pengaturan listrik untuk traffic light dan CCTV itu mengunakan daya sendiri tanpa mengunakan PLN," tambahnya.
Kepala Dinas Perhubungan Makassar, Chaerul Andi Tau menyambut baik usulan tersebut serta menyakini adalah solusi baru untuk menekan kemacetan di beberapa ruas jalan protokol pada jam kerja.
"Usulan tersebut sangat baik untuk menekan kemacetan, tetapi kami masih terbatas dengan anggaran. Dan itu benar hanya beberapa saja traffic light yang sudah diganti," ucapnya. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
