
Ekspor Kakao Sulsel Anjlok 34 Persen
Kamis, 14 Juli 2011 17:18 WIB

Ketua Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Sulsel Yusa Rasyid Ali di Makassar, Kamis mengatakan, volume ekspor kakao Sulsel sampai Juni 2011 hanya 29 ribu ton dengan nilai 87 juta dollar AS, turun drastis dibanding ekspor kakao periode Januari-Juni 2010 yang mencapai 44 ribu ton dengan nilai 122 juta dollar AS.
Menurut dia, produksi kakao Sulsel 2010 sekitar 120 ribu ton, sementara yang diekspor sekitar 80 ribu ton, selebihnya untuk perdagangan dalam negeri dan bahan baku untuk industri lokal.
"Bisa saja masih ada yang tertampung di gudang, tetapi tahun sebelumnya juga seperti ini. Kami sebagai pelaku pasar memang memprediksi produksi kita turun 30 persen tahun ini," ucap Yusa.
Selama ini, Sulsel banyak mengekspor kakao ke Singapura, Malaysia, Amerika Serikat dan Brazil.
Ia mengatakan penyebab anjloknya produksi kakao Sulsel karena adanya pengalihan (konversi) kebun kakao menjadi tanaman pertanian yang memiliki nilai ekomis lebih tinggi.
"Saya tahu pasti turun, ada komplikasi, penyebab lama masih ada berdampak, tanaman tua, dan motivasi petani memelihara kebunnya," jelasnya.
"Gernas belum berdampak untuk meningkatkan produksi petani sejauh ini. Mudah-mudahan tahun berikutnya," ucapnya.
Ia mengusulkan, program gernas tidak semuanya mengandalkan bibit SE yang dikembangkan di Jember, Jawa Timur, tetapi dialihkan sebagian untuk sambung pucuk.
"Ini sudah berulang kali kita bahas di komisi, namun yang menentukan adalah Dirjen Pertanian. Karena sambung pucuk sudah diketahui keunggulannya," tambahnya.(T.pso-099/S016)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
