Logo Header Antaranews Makassar

Penurunan ekspor nikel tekan pertumbuhan ekonomi Sulsel

Jumat, 15 Agustus 2025 04:55 WIB
Image Print
Empat unik kendaraan menumpahkan slag nikel di areal pembuangan milik di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (28/7/2023). (ANTARA/Jojon)

Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda mengatakan penurunan ekspor nikel menekan pertumbuhan ekonomi di Sulsel.

"Hal itu terlihat dari melambatnya ekonomi daerah pada kuartal II 2025 yang dipicu oleh penurunan ekspor komoditas nikel yang menjadi tulang punggung ekspor Sulsel," kata Rizki di Makassar, Kamis.

Dia mengatakan penurunan ekspor tersebut karena tingginya biaya pengiriman, sementara pembelian dari pasar mancanegara terjadi penurunan akibat komoditi nikel melimpah.

Berdasarkan data BPS Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa pada kuartal I 2025, nilai ekspor Sulsel secara keseluruhan turun drastis sebesar 25,21persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yakni dari 499,12 juta dolar AS menjadi 373,29 juta dolar AS.

Kendati demikian, komoditas nikel masih menjadi penyumbang utama yakni sebesar 203,99 dolar AS yang nilai ini turun 11,28 persen dari periode sebelumnya.

Data BPS menyebutkan nikel menyumbang 54,65 persen ekspor di Sulawesi Selatan, sehingga penurunannya berdampak besar terhadap perekonomian di daerah tersebut.

Berkaitan dengan hal tersebut, Rizki mengatakan efek dari pelemahan ekspor tersebut bisa menekan pertumbuhan ekonomi Sulsel jika tidak segera diantisipasi.

Menyikapi hal itu, BI Sulsel menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor nikel.

"Langkah seperti penguatan infrastruktur pengolahan, insentif investasi dan pengembangan komoditas non nikel diperlukan agar ekonomi Sulsel lebih resilien atau mampu bertahan," kata Rizki.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026