Logo Header Antaranews Makassar

Anak Asal Palembang Terdampar di Makassar

Sabtu, 16 Juli 2011 19:24 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Lima orang anak asal Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, terdampar di Makassar, Sulawesi Selatan, sejak tiga minggu terakhir lantaran salah naik kapal laut.

Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Makassar, Sabtu, berhasil menemukan dua dari lima anak tersebut.

Polisi saat ini terus berkoordinasi dengan mencari tiga anak lainnya di wilayah Kota Makassar, sambil berkomunikasi dengan pihak pemerintah Palembang.

"Kami sudah berkomunikasi dengan Kapolres Pelembang dan Bupati Kabupaten Empat Lawang, Palembang, tempat mereka berdomisili. Saat ini kami terus melakukan pencarian di sejumlah titik kota Makassar," ujar Kasad Intel KP3 Pelabuhan Makassar, AKP Idris.

Andi Rio Pratama (13) anak terdampar itu bersama adik kandungnya, Andi Ifu (9), kepada wartawan mengaku, sudah tiga minggu lebih berada di Makassar dan menginap di sejumlah tempat seperti Karebosi, Mesjid Al -Markas, dan Fly Over, sementara tiga rekan lainnya masing-masing Faisal, Ririn dan Andri telah terpisah dari mereka.

"Kami tidak punya uang karena supir taksi yang mengantar kami sebelumnya membawa kabur barang-barang dan uang kami sekitar Rp500 ribu, makanya kita menginap di masjid," akunya.

Saat ditanyai wartawan tempat tinggal serta bersekolah dimana dan kenapa sampai di Makassar, kata Rio, tinggal di Desa Linggai, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Palembang, Provinsi Sumsel.

"Saya sekolah di SMPN I Pendopo Lintang, kelas 1. Saya dan teman-teman rencananya mau pulang ke Palembang dari Surabaya sehabis liburan di rumah keluarganya teman, beli tiket Pelni di Surabaya setelah tiba ternyata kami ada di Makassar," ucapnya.

Ia menuturkan, dirinya mengaku punya keturunan darah Sulawesi, sebab ayahnya asal Makassar bernama Andi Asran Yusuf, dan nenek asal kabupaten Bone, almarhum Andi Rosmiati.

"Dulu waktu saya kecil pernah kesini tapi sekarang lupa dimana tempatnya dan hanya nama yang saya ingat," katanya polos. (T.PSO-282/O001)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026