Logo Header Antaranews Makassar

809 kasus positif campak hingga Mei 2026 di Sumsel

Jumat, 29 Mei 2026 16:18 WIB
Image Print
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin campak kepada balita saat imunisasi. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) mencatat sebanyak 809 kasus positif campak dari total 2.882 kasus suspek sepanjang Januari hingga 26 Mei 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa Ogatiyah di Palembang, Jumat, mengatakan jumlah kasus campak mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya setelah sempat meningkat pada Januari hingga April 2026.

“Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumsel per 26 Mei 2026, jumlah kasus campak mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya. Ini adalah hasil kerja keras petugas kesehatan, kader posyandu, dan peran aktif masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan kasus positif campak terbanyak ditemukan di Kota Palembang dengan 442 kasus positif dari total 1.495 suspek.

Selanjutnya, Kota Prabumulih mencatat 57 kasus positif dari 195 suspek, Musi Rawas 54 kasus positif dari 140 suspek, serta Muara Enim dan Ogan Ilir masing-masing 39 kasus positif.

Sementara itu, Kabupaten Musi Rawas Utara mencatat 34 kasus positif dari 67 suspek, Musi Banyuasin 33 kasus positif dari 100 suspek, Lubuklinggau 31 kasus positif dari 74 suspek, dan Banyuasin 29 kasus positif dari 222 suspek.

“Hanya Pagar Alam, OKU Timur, dan OKU Selatan yang nihil kasus campak positif,” jelasnya.

Untuk menekan potensi peningkatan kasus, Dinkes Sumsel terus melanjutkan program imunisasi lengkap, khususnya imunisasi MR atau Campak-Rubella yang dimulai sejak anak usia sembilan bulan sesuai jadwal.

Masyarakat yang anaknya belum mendapatkan imunisasi diminta segera mendatangi puskesmas, posyandu, atau fasilitas kesehatan terdekat karena layanan imunisasi susulan masih tersedia secara gratis.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026