Logo Header Antaranews Makassar

Bantaeng Bertekad Jadi Pemasok Daging

Kamis, 21 Juli 2011 03:21 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, bertekad berkiprah lebih jauh di bidang peternakan agar dapat menjadi pemasok daging nasional sehingga kelak mampu menekan impor daging yang selama ini dilakukan pemerintah.

Tekad tersebut diharapkan dapat dicapai dalam 2-3 tahun ke depan, kata Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah pada sosialisasi pemanfaatan Iptek Nuklir bidang peternakan di Bantaeng, Rabu.

Bupati pada sosialisasi yang dilakukan Kepala Pusat Diseminasi Iptek Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Ketua Divisi Energi dan Isotop Pusat Kegiatan Penelitian Unhas tersebut mengatakan, dengan semangat yang begitu tinggi yang dimiliki petani ternak di daerah ini, ia optimistis, ternak sapi dapat diperbanyak, terlebih dengan hadirnya Batan yang membantu di sektor reproduksinya.

"Kalau kita tetap semangat dan dibantu teknologi, Insya Allah, 2-3 tahun ke depan kita sudah bisa menjadi daerah penyumbang daging karena selama ini, impor daging masih sangat tinggi padahal wilayah kita sangat menunjang," ujarnya.

Sebenarnya kita juga bisa melakukan seperti di luar negeri, wilayah kita mendukung. Tinggal semangat dan teknologinya saja yang perlu kita kuasai, tambah Nurdin Abdullah.

Ia kemudian memberi gambaran keberhasilan tanaman apel di Muntea, Bontolojong, Kecamatan Ulure. Banyak daerah yang memiliki iklim yang sama dengan Batu Malang, namun teknologinya tidak dikuasai, akibatnya, tanaman tersebut gagal.

Cara merangsang petani agar berminat menanam apel adalah dengan membawa petani belajar di daerah apel. "Mereka melihat dan belajar sehingga bisa dilakukan di kampung halamannya. Ternyata kan berhasil," ucap Bupati.

Untuk pemanfaatan ternak yang seluruh tubuhnya bermanfaat, mulai dari kulit, tulang hingga limbah kencing dan kotorannya, bisa dimanfaatkan. Karena itu, kelompok tani ternak hendaknya memanfaatkan betul kehadiran Batan di Bantaeng, ujarnya.

Menurut Bupati HM Nurdin Abdullah, agar keberhasilan dapat diraih, kegiatan harusnya dalam bentuk program. "Kalau diproyekkan, lebih banyak gagalnya," ucapnya.

Karena itulah, lanjutnya, Bantaeng harus bisa tampil beda dengan memprogramkan kegiatannya. Ini lebih memanusiakan dan menghargai prestasi. (T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026