Logo Header Antaranews Makassar

Pasar Tradisional Bentuk Posko Pengaduan

Kamis, 21 Juli 2011 20:15 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Sejumlah pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan, akan dibentuk posko pengaduan tentang pengendalian harga Sembilan Bahan Pokok yang ditengarai akan mengalami kenaikan jelang ramadhan.

Hal tersebut menjadi salah satu solusi pada pertemuan antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Makassar, Kepala Pasar Tradisional, serta Distributor Sembako di Makassar, Kamis.

"Akan dibuatkan posko pengaduan di setiap pasar tradisional, hal itu dilakukan bagi masyarakat yang ingin komplain terkait harga-harga sembako," kata Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya M Anwar Saadam.

Ia menjelaskan pembuatan posko pengaduan menjaga kestabilan harga yang diyakini masyarakat akan mengalami kenaikan menjelang ramadhan dan lebaran Idul Fitri.

"Dari laporan sementara diluar sembako, harga telur, daging ayam dan sapi mengalami kenaikan hingga 2-3 persen dengan alasan biaya transportasi dari luar daerah," bebernya.

Kepala Dinas Perindag Makassar, Muhammad Takdir Hasan Saleh, menyebutkan selain pembuatan posko pengaduan, poin lainnya adalah ketersediaan stok barang, dan bila itu diperlukan segera mengelar Operasi Pasar.

"Kalau sudah melewati ketentuan pasar dengan kenaikan hingga 10 persen dipastikan gelar operasi pasar," tandasnya.

Takdir mengaku, hasil bumi tidak bisa dikontrol sebab distribusinya langsung ke pihak pengecer sehingga akan sulit di lakukan pengawasan. Selain itu, seluruh kepala pasar diharapkan berkordinasi dengan perindag agar biasa menekan lonjakan harga.

"Kami harapkan bisa berkordinasi dengan seluruh kepala pasar sehingga harga disejumlah pasar dapat diketahui dan masyarakat tidak merasa keget, makanya dibuatkan posko," urainya.

Kepala PD Pasar Sambung Jawa, Sumakkara, menambahkan, dengan adanya rencana pembangunan posko pengaduan, keluhan masyakat akan mudah terdeteksi mana pedagang yang menaikkan harga diluar ketentuan. (T.PSO-282/S016)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026