Logo Header Antaranews Makassar

Nestle bangun Demplot di Sulsel

Jumat, 22 Juli 2011 20:41 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Produsen cokelat dunia, Nestle akan membangun plot demonstrasi (demplot) di beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Pembukaan kawasan demplot ini merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan tersebut dalam peningkatan mutu produksi kakao Sulsel.

"Lokasinya tergantung dari mereka, kita sebagai daerah produsen kakao bisa menyediakannya dimana saja," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Sulsel, Irman Yasin Limpo di Makassar, Jumat.

Ia menjelaskan, rencana pembukaan demplot tersebut merupakan bagian dari isi perjanjian yang akan ditandatangani bersama antara Nestle, Delfi yang merupakan mitra usaha dari Nestle dan Pemerintah Provinsi Sulsel.

Isi lain dari perjanjian yang akan ditandatangani pada seminar dan lokakarya nasional pengembangan kakao di Makassar pada 27 Juli 2011, adalah mengenai distribusi dan penguatan terhadap petani kakao serta konsultasi pembinaan teknis terhadap petani kakao untuk peningkatan produksi oleh Nestle.

Terkait peluang Nestle membangun pabrik pengolahan kakao di Sulsel, ia mengatakan, saat ini rencana tersebut belum memungkinkan karena kualitas kakao daerah belum memenuhi standar industri.

"Tapi saya lihat Nestle memulainya dengan konsepsi, konsultasi teknis dan lainnya. Ini menjadi langkah awal yang baik karena kakao kita memang butuh sentuhan untuk ditingkatkan mutu dan produksinya," jelasnya.

Pada pertemuan terakhirnya dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Legal and Coorporate Affair Director PT Nestle Indonesia Debora R.Tjandrakusuma mengungkapkan, penyelenggaraan pelatihan bagi pelaku kakao tingkat nasional di Makassar merupakan bentuk dukungan pihaknya terhadap perkembangan kakao di Indonesia.

Menurut pihaknya, bentuk kerja sama yang dapat dilakukan luas tidak hanya terbatas pada produksi. Contohnya, teknologi peremajaan kakao pada program Gerakan Nasional Kakao merupakan teknologi Nestle untuk menghasilkan tanaman yang banyak dan tahan penyakit.

Perusahaan yang mengaku menggunakan hampir seratus persen bubuk kakao Indonesia dan sebagian besar berasal dari Sulsel menyatakan tujuan penyelenggaraan loka karya adalah untuk menyosialisasikan kepada pelaku produksi kakao bahwa pihaknya melakukan produksi untuk menyejahterakan petani dengan mengolah bahan baku secara bertanggung jawab kepada petani, lingkungan dan kelestarian bahan baku.

Sebagai salah satu komoditas unggulan daerah, produksi kakao Sulsel ditargetkan meningkat 300 ribu ton pada akhir 2011 dari 170 ribu ton produksi yang telah dicapai saat ini. Selain itu, 100 hektare lahan khusus saat ini tengah disiapkan untuk memproduksi dari hulu ke hilir termasuk fermentasi. (T.KR-RY/S006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026