Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel Bangun 19 Ruas Jalan di 2011

Minggu, 24 Juli 2011 21:05 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Sulawesi Selatan membangun 19 ruas jalan provinsi sepanjang 68,58 kilo meter dan jembatan dengan total anggaran Rp189 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2011.

Data yang dari Dinas Bina Marga di Makassar, Minggu, disebutkan, program pembangunan jalan dan jembatan tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota, khusus untuk jembatan dibangun sekitar 293,3 meter di lima titik.

Jalan terpanjang yang dibangun yakni ruas, Solo-Paneki-Kulampu (Soppeng-Wajo) 20 kilo meter (km) Tanete-Tanah Beru (Bulukumba) 5,5 km, Pangkep-Soppeng 4,4 km, Sungguminasa-Malino (Gowa) 4 km, Palangga-Sappaya (Gowa) 4 km, Sinjai-Tondong (Sinjai) 4 km.

Selanjutnya, ruas Pakkae-Takkalalla (Barru-Soppeng) 3,5 km, Malaga-Kabere (Enrekang) 3 km, Pinrang-Rappang (Sidrap) 2 km, Boro-Bantaeng (Bantaeng) 2 km, Cabenge-Salanroa (Barru-Soppeng) 2 km, Se'seng-Batas Sulbar (Tana Toraja) 2 km, Lamuru-Bojo (Bone) 1,5 km, Sinjai-Kajang (Bulukumba) 1,8 km, Salanro-Ulugalung (Soppeng) 1,3 km.

Dua jalan lainnya yakni, ruas Sae (Luwu Utara)-batas Sulbar dan ruas Sae-Tallang-Sabbang (Lutra) tidak disebutkan angkanya.

Sementara jembatan yang dibangun terpanjang di jembatan Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar 80 meter, jembatan Sungai Kalempang (Sidrap) 60 meter, jembatan Sungai Genrang (Bone) 60 meter, jembatan Sungai Tandung (Luwu Utara) 60 meter, jembatan Maccini-Sombala (Makassar) 28 meter.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel Hery Suhari Attas mengatakan perbaikan jalan provinsi yang rusak berat sepanjang 600 km di Sulsel memerlukan dana minimal Rp900 miliar.

"Jawaban Gubernur yang menyebutkan akan mulai fokus pada jalan, kami sambut baik, dan setiap saat itu kami suarakan di DPRD," ucapnya.

Ia mengatakan, dari 1.250 km panjang jalan Sulsel, 35 persen di antaranya tidak pernah diperbaiki dan sudah berusia di atas 10 tahun bahkan banyak yang di atas 15 tahun.

Untuk membangun kembali jalan rusak seperti itu dibutuhkan anggaran rata-rata Rp1,5 miliar setiap satu kilometer.(T.pso-099/S006)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026