
Warga Muhammadiyah Sulsel Gelar Syawalan

Makassar (ANTARA News) - Warga Muhammadiyah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Syawalan 1432 Hijriah di Gedung Pusat Muhammadiyah di Makassar, Sabtu.
Pimpinan wilayah Muhammadiyah Sulsel Alwi Uddin mengatakan, syawalan atau halal bi halal ini diselenggarakan setiap tahun untuk mempererat tali silaturahim sesama warga Muhammadiyah, umat Islam serta seluruh elemen masyarakat lainnya sebagai keluarga besar.
Dia menyatakan, bangga dengan kehadiran Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dalam acara tersebut.
"Keduanya, putra terbaik keluarga Muhammadiyah apalagi keduanya menerima bintang penghargaan, semakin banyak bintang, bumi semakin terang dan Insya Allah tidak ada perang bintang," katanya.
Ia berharap, pemerintah memperhatikan program-program pengembangan yang dilakukan oleh Muhammadiyah di antaranya moderenisasi pesantren dan pendidikan kader ulama.
Dalam kesempatan itu, ia pun menyerahkan formulir keanggotaan Muhammadiyah kepada gubernur dan wali kota.
Wakil Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni mengajak seluruh warga untuk membangun ukhuwah Islamiyah dan melihat perbedaan seperti terkait penetapan Satu Syawal 1432 Hijriah sebagai hal yang wajar.
"Jangan bermimpi tidak ada perbedaan yang penting dewasa melihat perbedaan melalui cara pandang demokratis dan mengelola perbedaan sebagai kekuatan, jika tidak akan merusak tata kehidupan umat Islam," katanya.
Ia menilai, hingga kini demokrasi masih menjadi sistem terbaik membangun ukhuwah islamiyah untuk membangun bangsa.
Ia juga mengajak agar seluruh umat Islam secara sosial dapat menunjukkan bahwa dirinya dapat mengayomi sesama umat manusia termasuk yang bukan muslim. "Kita harus menjadi rahmat bagi seluruh alam," ujarnya.
Dalam acara yang setahun sebelumnya juga dihadiri oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin ini gubernur dan wali kota masing-masing menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta dan Rp75 juta untuk kelanjutan pembangunan gedung pusat dakwah. (T.KR-RY/S023)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
